x

Luky Alfirman Dicopot dari Jabatan Dirjen Anggaran, Menkeu Buka Suara

2 minutes reading
Tuesday, 12 May 2026 21:17 0 73 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Luky Alfirman, dicopot dari jabatan jabatannya usai meloloskan anggaran pengadaan puluhan ribu motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara merespons hal tersebut.

Saat ditanya apakah pencopotan itu berkaitan dengan kabar tersebut, Purbaya hanya memberi jawaban singkat.

“Mungkin (dicopot karena meloloskan anggaran motor listrik). Anda tebak saja sendiri,” katanya, dikutip Selasa (12/5/2026).

Luky sendiri dicopot pada 21 April 2026. Tidak hanya dia, pada hari tersebut Febrio Nathan Kacaribu juga dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal.

Kala itu, Purbaya mengatakan perombakan tersebut merupakan rotasi rutin tahunan dan tidak dilatarbelakangi persoalan tertentu.

Adapun terkait dengan pengadaan motor listrik yang digunakan di program MBG ini, nilai anggarannya mencapai Rp1,05 triliun untuk pembelian impor 25 ribu motor listrik.

Beberapa waktu lalu Purbaya mengaku kalau ia pernah menolak pengadaan motor listrik tersebut tahun lalu. Namun pos anggaran tersebut tetap muncul. Kata dia kecolongan ini terjadi melibatkan sistem perangkat lunak Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan.

Menurut Purbaya, sistem tersebut tengah diperbaiki agar tidak ada lagi kebobolan serupa.

“Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak,” ujar Purbaya melansir CNBC Indonesia, Rabu (6/5).

“Pak Dirjen Anggaran akan lihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin software-nya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki,” lanjutnya.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pengadaan motor merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia juga menyebut realisasi pengadaan motor listrik mencapai lebih dari 21 ribu unit. Sementara itu, proses realisasi pengadaan motor dilakukan secara bertahap mulai Desember 2025.

“Pengadaan motor tersebut memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/4).

LAINNYA
x
error: Content is protected !!