x

Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

2 minutes reading
Saturday, 6 Jun 2026 09:15 0 124 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi dan LPG subsidi hingga akhir 2026. Kebijakan ini, kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.

“Saya ingin mengatakan bahwa karena Golkar adalah partai yang pro rakyat, saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insyaallah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember,” ujar Bahlil dalam sambutannya dalam acara Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957, di Hotel Merlynn Park, Petojo Utara, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Bahlil mengakui ada banyak dinamika dan usulan agar harga energi bersubsidi dinaikkan. Namun, pemerintah memilih mempertahankan kebijakan subsidi demi menjaga daya beli masyarakat.

“Banyak dinamika yang meminta dinaikkan, saya katakan bahwa sudah saatnya pada saat kondisi global yang tidak menentu, kondisi global yang tidak terlalu baik-baik saja, kita pemerintah atas arahan Bapak Presiden, dan sekaligus sebagai kader Partai Golkar, sudah selayaknya harus berpihak betul kepada rakyat, karena itu subsidi kita tidak naikkan,” kata Ketua Umum Partai Golkar itu.

Lebih lanjut, Bahlil juga menyinggung kebijakan ekspor sumber daya alam melalui satu pintu yang dijalankan pemerintah. Dia mengaku adanya praktik transfer pricing dan under invoicing dalam kegiatan ekspor komoditas yang menyebabkan potensi penerimaan negara berkurang.

“Setelah kita melihat 1,5 tahun saya jadi menteri ESDM, tidak bisa dipungkiri bahwa memang telah terjadi transfer pricing dan under invoicing, dan itu dilakukan secara by design, secara seksama,” katanya.

“Harga di luar, contoh Rp10.000, dia jual dari sini ke perusahaannya di negara dekat itu cuma Rp700 atau Rp800. Habis itu dia jual Rp800 ke negara itu jadi Rp1.000. Yang harusnya kita terima pajak, nilai dasarnya dari Rp1.000, akhirnya kita cuma terima dari Rp700, dan ini terjadi terus-menerus,” lanjut Bahlil.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga meminta para calon Ketua Umum Kosgoro 1957 mengedepankan semangat persatuan dan kebersamaan. Diketahui, dalam Mubes V Kosgoro 1957, terdapat dua bakal calon ketua umum Kosgoro periode 2026-2031 yang akan bersaing, di antaranya, Sari Yuliati dan La Ode Saiful Akbar.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!