Foto: Biro Sekretariat Presiden BICARAINDONESIA-Jakarta : Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung, memberikan penghormatan kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepemimpinannya dalam menangani isu-isu global. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya 3 prajurit Indonesia yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan,” kata Presiden Lee, dikutip dari keterangan Biro Sekretariat Presiden, Rabu (1/4/2026).
Lee Jae Myung juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo dan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara. Pertemuan ini dianggap penting untuk meningkatkan kerja sama bilateral dan memperkuat peran Indonesia dan Korea Selatan sebagai kekuatan menengah yang berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian global.
“Atas nama rakyat Korea, saya menyambut kunjungan kenegaraan Yang Terhormat Presiden Prabowo ke Korea,” ujarnya.
Seorang prajurit TNI yang meninggal dunia pada Minggu (29/03) bernama Farizal Rhomadhon dengan pangkat prajurit kepala. Praka Farizal merupakan personel yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL. Insiden pada Minggu (29/03) juga mencederai tiga prajurit, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.
Kemudian, pada Senin (30/3), TNI mengonfirmasi lagi dua prajurit gugur di wilayah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Keduanya adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Di saat yang sama, dua prajurit yang mengalami luka-luka adalah Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.