Rijalul Maula, siswa SMA Negeri 1 Calang yang menjadi perwakilan Aceh di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026 yang digelar di Surabaya/foto: ist BICARAINDONESIA-Aceh Jaya: Prestasi gemilang ditorehkan Rijalulu Maula, siswa SMA Negeri 1 Calang, Kabupaten Aceh Jaya, bernama Rijalul Maula, setelah ia berhasil lolos sebagai finalis dalam ajang Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).
Remaja 18 tahun itu menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Aceh Jaya sekaligus salah satu wakil Provinsi Aceh dalam ajang yang mempertemukan ratusan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia tersebut.
Perjalanan bungsu dari empat bersaudara pasangan Bustami B – Nursiyah ini menuju tingkat nasional dimulai dari keikutsertaannya dalam Pemilihan Duta Siswa Kabupaten Aceh Jaya 2025.
Berbekal pengalaman berorganisasi sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 1 Calang periode 2024/2025, siswa yang mengambil jurusan IPA itu aktif menyuarakan isu-isu pelajar dan kepemimpinan muda.
Kiprahnya berlanjut di tingkat provinsi hingga mengantarkannya meraih gelar Duta Siswa Edukatif Madya Aceh 2025, sebuah amanah untuk mendorong peran pelajar dalam pembangunan pendidikan dan sosial.
Pada akhir 2025, Rijalul mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilihan Duta Siswa Indonesia 2026 yang digelar di Surabaya. Melalui proses seleksi ketat, ia terpilih sebagai finalis di Grand Final mewakili Provinsi Aceh.
Di tengah persiapan yang menuntut kemandirian—termasuk mencari dukungan dan sponsor secara mandiri—Rijalul tetap menjaga prestasi akademik dengan meraih peringkat tiga di kelas XII MIA 1 dari 31 siswa.
Rijaul bertolak ke Surabaya pada 28 Januari 2026 melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Rangkaian kegiatan nasional dimulai sehari kemudian dan diikuti 174 siswa dari Sabang hingga Merauke.
Meski belum meraih gelar utama, Rijalul yang bangga bisa tampil di ajang nasional itu menegaskan bahwa perjuangannya membawa pesan penting bagi generasi muda.
“Saya percaya usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Ketika sudah memulai, jangan setengah-setengah,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar daerah memiliki daya saing nasional melalui kerja keras, keberanian, dan konsistensi. (Ty)