BICARAINDONESIA-Jakarta : Seorang ibu rumah tangga di Malang berinisial IYW harus menelan pil pahit lantaran impiannya melihat sang putra menjadi dokter kandas. Hal itu karena IYW menjadi korban penipuan beasiswa ke China oleh seorang kepala desa asal Banyuwangi berinisial AS.
Korban mengalami kerugian yang tidak sedikit. Selama periode 25 Juni–28 Juli 2025, ia telah mentransfer sejumlah uang kepada tersangka dengan berbagai alasan, dengan harapan agar anaknya dapat melanjutkan studi di perguruan tinggi kedokteran di Tiongkok.
”Benar, karena kasus tipu gelap yang bersangkutan kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita lakukan penahanan,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo, dikutip Selasa (1/9/2026).
Semua bermula saat IYW memperoleh informasi mengenai program beasiswa bertajuk ‘Kuliah Hebat’ dari seorang guru SMA Negeri di Malang. Didorong keinginan memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya, MRR, dia lantas menghubungi nomor yang tertera pada brosur.
Dalam percakapan telepon itu, tersangka AS mengaku sebagai perwakilan PT Indo Universia Multinasional dan mengiming-imingi korban dengan beasiswa penuh di Hainan Medical University. Janji tersebut diklaim mencakup seluruh biaya kuliah, asrama, hingga uang saku bulanan.
”Modus tersangka adalah menawarkan beasiswa kuliah kedokteran di Cina dan korban diminta mengeluarkan sejumlah uang yang sudah dibayarkan,” beber Aji.
Terbujuk klaim tersebut, korban sepakat membayar paket administrasi sebesar Rp150 juta secara bertahap. Mulai uang muka Rp4 juta pada 25 Juni 2025 hingga pelunasan Rp100 juta pada akhir Juli 2025 ke rekening PT Indo Universia. Tersangka bahkan meminta tambahan biaya pengurusan visa dan tiket keluarga pendamping sebesar Rp22,5 juta. (ki/dtc)