x

Startup SehatQ Gratiskan Layanan Telemedisin untuk Pasien Isoman Covid-19

2 minutes reading
Thursday, 8 Jul 2021 07:44 0 180 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Startup health tech SehatQ gratiskan layanan telemedisin untuk program isolasi mandiri yang diinisiasi Kementerian Kesehatan. Layanan gratis ini diberikan melalui layanan telekonsultasi atau konsultasi online dengan dokter SehatQ, serta pemberian resep bagi masyarakat yang sedang menjalani karantina mandiri.

“Layanan telekonsultasi gratis dari dokter SehatQ untuk pendampingan pasien isoman ini kami harap dapat mengoptimalkan proses penyembuhan pasien, sekaligus membantu meringankan beban rekan-rekan tenaga kesehatan yang terus berjuang di garda depan,” kata Linda Wijaya, Founder SehatQ, Kamis (8/7/2021).

Saat ini, SehatQ menjadi salah satu platform health tech yang menjadi mitra pemerintah dalam memberikan layanan telekonsultasi bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Kementerian Kesehatan berharap melalui fasilitas ini masyarakat bisa tetap memperoleh layanan kesehatan termasuk konsultasi dengan dokter, sekaligus pembelian dan pengiriman obat secara gratis, selama dalam masa isolasi mandiri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun menyampaikan panduan tentang pasien Covid-19 yang dapat melakukan isolasi mandiri.

“Apabila kondisi saturasi masih 95 persen ke atas, tidak mengalami sesak napas, dan tanpa komorbid, lebih baik isolasi mandiri di rumah. Jadi, bisa terhindar dari paparan virus yang tinggi di rumah sakit. Secara emosional lebih tenang dan baik di rumah, sehingga imunitas terjaga,” kata Budi dalam Keterangan Pers Layanan Telemedisin untuk Pasien Isoman, yang berlangsung secara virtual.

Selanjutnya, Budi menjelaskan bahwa pasien yang melakukan tes swab PCR di salah satu laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes RI, dan terkonfirmasi positif Covid-19 otomatis akan diikutsertakan di program ini.

Pasien akan menerima kode dari Kementerian Kesehatan via WhatsApp, yang selanjutnya bisa langsung berkonsultasi dengan dokter secara online, dan menerima obat yang dibutuhkan. Layanan ini akan diujicobakan pertama kali di Provinsi DKI Jakarta mulai 6 Juli 2021, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat.

Pemerintah berharap melalui fasilitas telemedisin ini, semua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat memperoleh akses dan layanan medis tepat waktu, tanpa harus mengantre di fasilitas kesehatan. Dengan demikian, rumah sakit bisa diprioritaskan untuk pasien Covid-19 dengan gejala maupun kondisi sedang, berat, dan kritis.

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x