Berdasarkan data kependudukan, Rahmadani merupakan warga asli Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Ia merantau ke Kota Medan untuk mengadu nasib.
Namun siapa sangka, kepergiannya yang tragis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang berada di kampung halaman maupun kerabat di perantauan.
Menurut pihak keluarga, Rahmadani sudah cukup lama berada di Kota Medan untuk mencari nafkah. Ia diketahui bekerja di salah satu toko ponsel, meskipun komunikasi dengan keluarga di kampung halaman sudah jarang terjalin akhir-akhir ini.
Keluarga korban baru mendapatkan kabar duka mengenai kematian Rahmadani pada Selasa sore, yang langsung memicu rasa syok luar biasa.
Kakak kandung korban saat ini telah berada di kantor polisi untuk mengurus proses hukum dan administrasi jenazah.
“Saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan almarhum. Tetapi, selama di Medan, dia bekerja di ponsel,” ujar Nurma Siagian, kerabat korban, Selasa (10/3/2026).
“Kami masih nunggu keluarga lain yang buat laporan,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, mauat wanita muda ditemukan di bantaran Sungai Denai pada Selasa (10/3) siang. Mayat korban ditemukan di dalam boks yang dibungkus karung goni.