“Kami akan stop semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak mau berurusan lagi dengan mereka,” tegas Trump, mengutip AP News, Kamis (5/3/2026).
Ketegangan ini bermula saat Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, menyatakan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan pangkalan militer di selatan Spanyol digunakan untuk serangan yang tidak sesuai dengan piagam PBB. Pernyataan itu jelas menghambat manuver AS dan Israel yang tengah melancarkan serangan terhadap Iran.
Meski dilarang, Trump mengklaim tetap bisa menggunakan pangkalan tersebut secara sepihak.
“Kalau mau, kami bisa terbang ke sana dan memakainya begitu saja,” katanya.
“Tidak ada yang bisa melarang, tapi kami tidak harus melakukannya,” ketus Trump.
Selain urusan pangkalan, Trump juga mengungkit ‘dosa’ Spanyol lainnya, yakni keengganan Madrid menaikkan anggaran pertahanan NATO hingga 5 persen dari PDB.
Spanyol bersikeras hanya sanggup di angka 2,1 persen, sebuah keputusan yang membuat Trump meradang.
Di bawah Perdana Menteri Pedro Sánchez, Spanyol memang dikenal memiliki haluan politik yang berbeda dengan Trump. Sebagai salah satu pemimpin progresif terakhir di Eropa, Sánchez vokal mengkritik serangan Israel di Gaza, yang sangat kontras dengan kebijakan luar negeri AS saat ini.
Tak hanya Spanyol, sebelumnya Trump juga sempat marah besar ke Inggris dengan alasan yang sama. Trump secara terbuka melontarkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyusul keputusan London yang enggan terlibat langsung dalam serangan udara ofensif terhadap Iran.