x

Viral di Media Sosial, Siswa SMKN 1 Sei Rampah Temukan Cacing dan Ulat di Menu MBG

3 minutes reading
Wednesday, 25 Feb 2026 22:48 0 78 Iki

BICARAINDONESIA-Medan : Viral di media sosial, menu makan bergizi gratis (MBG) di SMKN 1 Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mengandung cacing dan ulat. Disebutkan, temuan itu terjadi pada Januari 2026 lalu.

“Video yang beredar di medsos tersebut benar dari lingkungan sekolah,” ucap Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Sei Rampah Bidang Kurikulum, Yunita Elmida, Selasa (24/2/2026).

Temuan pertama, kata Yunita, berupa cacing yang masih hidup di dalam nasi. Atas kejadian itu, pihak sekolah telah menghubungi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah sebagai penyedia MBG.

“Waktu itu pihak SPPG hanya menyarankan agar makanan dikembalikan melalui sopir pengantar ompreng. Namun, siswa satu kelas tidak bersedia lagi mengonsumsinya. Tidak ada penggantian makanan, hanya diminta dikembalikan sebagai bukti,” ujar Yunita.

Beberapa waktu kemudian, kembali ditemukan ulat dalam kondisi mati pada menu MBG di hari berbeda. Temuan tersebut dilaporkan langsung oleh siswa kepada pihak sekolah. Video dokumentasi kemudian diunggah ke media sosial sebagai bentuk evaluasi.

“Ini sudah dua kali kejadian. Yang pertama cacing masih hidup, yang kedua ulat sudah mati. Kami membagikan video itu sebagai bahan evaluasi, bukan untuk kepentingan lain,” imbuhnya.

Yunita menyebut, setelah unggahan tersebut viral, seseorang yang mengaku sebagai Kepala SPPG Sei Rampah mendatangi sekolah dan memohon agar video tersebut dihapus dari akun media sosialnya. Namun, pihak sekolah meminta adanya perbaikan nyata sebelum video ditarik.

Dikatakannya, SMKN 1 Sei Rampah tercatat sebagai penerima manfaat MBG sebanyak 832 siswa dan 55 guru, dengan total 887 penerima distribusi dari SPPG Sei Rampah yang berlokasi di Jalinsum Medan–Tebing Tinggi, Sei Rampah, tepatnya di samping eks Rumah Makan Cindelaras.

Menurutnya, sebelumnya sekolah sempat menerima distribusi MBG dari SPPG Sei Rejo dan tidak pernah menemukan permasalahan serupa. Namun, karena kebijakan pemerataan, distribusi dialihkan ke SPPG Sei Rampah.

“Kami sudah pernah mengusulkan untuk kembali ke SPPG sebelumnya, tetapi tidak diizinkan karena alasan pemerataan,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebelum unggahan dilakukan, Yunita menyebut pihaknya telah lebih dahulu mengirimkan dokumentasi dan melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG. Menurutnya, langkah tersebut semata-mata sebagai bentuk tanggung jawab moral agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar layak konsumsi.

“Ini program MBG yang seharusnya bermanfaat untuk anak-anak. Kalau ditemukan cacing hidup dan ulat, tentu sangat memprihatinkan. Kami khawatir, jika terjadi sesuatu, sekolah yang akan disalahkan. Sejak kejadian tersebut, pihak sekolah mengimbau siswa agar selalu memeriksa makanan sebelum dikonsumsi dan memastikan setiap kelas diawasi guru saat pembagian MBG berlangsung,” ucapnya.

Atas ditemukannya menu yang tidak layak konsumsi tersebut, pihak sekolah berharap agar pengelola dapur SPPG lebih meningkatkan standar kebersihan dan higienitas sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami juga meminta agar Satuan Tugas dan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Serdang Bedagai melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Sei Rampah,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, Rabu (25/2/2026), mengakui bahwa pada Januari lalu memang terdapat temuan dan merupakan kesalahan murni dari pihak dapur.

“Atas temuan tersebut, kami langsung bertemu dengan pihak sekolah dan menyelesaikannya bersama Ibu Yunita. Kami juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami akan terus melakukan evaluasi serta peningkatan kualitas pelayanan ke depan. Terima kasih,” tuturnya.

Editor: Rizki Audina/*

LAINNYA
x
error: Content is protected !!