x

Viral Remaja di Makassar Tewas Ditembak Polisi

2 minutes reading
Wednesday, 4 Mar 2026 22:59 0 72 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Seorang remaja bernama Betrand Eka Prasetyo (18), dilaporkan tewas tertemabk  anggota polisi Polsek Panakkukang, jajaran Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan. Insiden itu dikabarkan terjadi di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Minggu (1/3/2026) pagi.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, polisi yang diduga melakukan penembakan telah diperiksa oleh Propam Polrestabes dan Propam Polda Sulsel. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui detail kejadian tersebut.

“Kami sudah melakukan tindakan kepada anggota kami yang melakukan tindakan penembakan terhadap korban dan telah dilakukan pemeriksaan secara intensif,” ujar Arya, Selasa (3/3/2026).

Arya mengatakan bahwa kejadian berawal saat sekelompok polisi selesai melaksanakan patroli dan ingin kembali ke rumah pukul 07.00 Wita, namun mereka mendapatkan informasi dari Kapolsek Rappocini melalui Handy Talky (HT).

“Bahwa di wilayah Toddopuli tersebut ada anak-anak yang sedang ramai, sekitar puluhan orang begitu melakukan tindakan-tindakan yang meresahkan masyarakat dengan senjata (mainan) omega (atau peluru gel),” jelasnya.

Tindakan yang dilakukan puluhan remaja di Jalan Toddopuli, kata Arya, bukan hanya sekadar main tembak-tembakan tapi juga menganggu masyarakat yang lewat.

“Ada yang didorong sampai jatuh, ada juga merasa terganggu sampai terluka,” tuturnya.

Mendapat laporan itu, polisi menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) dengan niat membubarkan puluhan remaja yang bermain tembak-tembakan.

“Sebelum mobilnya berhenti melihat adik kita ini, almarhum Betrand sedang melakukan tindakan yang kurang pantas kepada salah satu warga. Sehingga begitu turun (dari mobilnya) korban langsung dipegang,” jelasnya.

Saat itu, ada tembakan peringatan ke atas satu kali yang dilakukan polisi tersebut sehingga kelompok remaja ini lari membubarkan diri. Namun saat dipegang, korban melakukan perlawanan dengan cara meronta.

“Sehingga tidak sengaja terletus senjatanya mengenai salah satu bagian tubuhnya, di bagian pantat begitu,” kata Arya.

Korban kemudian dibawa ke RS Grestelina untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya di rujuk ke RS Bhayangkara namun korban dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Melihat alasan, tindakan juga, apakah itu proper atau tidak, dan kalau ada tindak pidana, kita juga akan lakukan tindakan terhadap anggota kami yang melakukan (penembakan),” kata Mantan Kapolres Metro Depok ini.

Arya mengatakan korban sudah dilaksanakan otopsi, hasilnya secara detail akan disampaikan oleh dokter forensik.

“Sementara memang hasilnya meninggalnya karena pendarahan yang cukup masif,” tandasnya.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!