x

Viral…!!! Video Oknum Tim Satgas Covid-19 Mebidang Periksa Laci Kasir Judi Tembak Ikan Saat Razia Prokes

3 minutes reading
Monday, 26 Oct 2020 04:16 0 89 rizaldyk

BICARAINDONESIA-Labuhandeli : Aksi penyerangan terhadap sejumlah petugas dari tim Satgas Covid-19 Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang), ketika melakukan razia penerapan protokol Kesehatan (prokes) di lokasi judi tembak ikan di Komplek Brayan Trade Centre, Jl. Serbaguna, Desa Helvetia, Kec. Labuhandeli, Kab. Deliserdang, Rabu malam, 21 Oktober 2020 lalu masih menyisakan tanda tanya besar.

Faktanya, Sejumlah petugas dikabarkan mengalami luka-luka akibat diserang oleh puluhan orang yang diduga suruhan bandar judi. Bahkan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sampai turun langsung ke lokasi kejadian dan sudah meminta apparat Kepolisian untuk mengusut insiden tersebut.

Tapi tentunya, ‘tak ada asap kalau tak ada api’. Belakangan beredar di beberapa media sosial (medsos) rekaman kamera pemantau CCTV di dalam gedung tepat di atas meja kasir, saat tim Satgas Covid-19 sedang merazia lokasi tersebut.

Rekaman CCTV yang kini viral, memperlihatkan saat sejumlah orang berseragam anggota tim sedang melakukan razia, bolak-balik secara bergantian menggeledah laci kasir.

Aksi beberapa oknum yang menggeledah laci kasir tembak judi ikan tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Apakah kewenangan tim Satgas Covid-19 Mebidang seluas itu? Atau apa benar isu yang beredar, penyerangan kepada tim Satgas Covid-19 Mebidang akibat uang di laci kasir ‘ditilep’?

Hasil penelusuran bicaraindonesia.net di Komplek Brayan Trade Centre, Jl. Serbaguna, Desa Helvetia, Kec. Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, Minggu hingga Senin (25-26/10/2020), sedikit membuka apa yang sebenarnya terjadi di lokasi kejadian.

“Sekasar-kasarnya Polisi kalau razia, ternyata lebih kasar tim Satgas ini. Kami seperti penjahat yang tak termaafkan, didorong, ditarik, dimaki-maki, padahal kesalahan kami hanya tak memenuhi aturan protokol Kesehatan seperti yang mereka (satgas-red) bilang,” ujar wanita berinisial R (28), yang merupakan karyawan di lokasi judi tersebut, Minggu sore (25/10/2020).

“Kami hari ini masuk untuk merapikan semua, karena ada perintah dari bos untuk tutup dulu, jadi kami disuruh merapikan dan membersihkan tempat ini, bos sendiri gak bilang bang berapa lama tutupnya,” terang R kepada bicaraindonesia.net.

Sementara itu, beberapa warga yang sudah menyaksikan video aksi oknum Satgas yang ‘wara-wiri’ di tempat kasir, saat Razia tersebut, sangat menyayangkan dan mereka menyebutkan bahwa aksi tersebut bisa menimbulkan persepsi negatif bagi tim Satgas.

“Harusnya kan cuma razia masker dan semua yang mereka bilang aturan protokol kesehatan. Terlepas ada atau tidaknya sesuatu yang diambil dari laci kasir, saat razia yang dilakukan kemarin yang terekam CCTV, pastinya menimbulkan opini tersendiri buat publik. Kan razia prokes kenapa harus laci kasir digeledah?,” ujar Sujatmiko, yang bekerja di dekat lokasi razia, Senin (26/10/2020).

Benar atau tidak isu yang berkembang, menurutnya tim satgas sudah sangat kelewatan batas.

“Kolonel Azhar Mulyadi selaku pimpinannya bertindak di luar rel, bukannya sosialisasi, malah aksi Kolonel dan oknum timnya malah memeriksa laci kasir, kan aneh aja,” sesalnya.

Sebelumnya berhembus kabar bahwa tim Satgas Covid-19 yang melakukan Razia di Komplek Brayan Trade Centre, telah mengambil uang Rp50 juta, mengambil Hp karyawan, bahkan ada dugaan hendak mencuri DVR CCTV untuk menghilangkan jejak atas aksi mereka.

Namun tim Satgas Covid-19 Mebidang sudah membantah kabar telah melarikan uang tunai sebesar Rp50 Juta, mengambil barang CCTV serta mengambil ponsel pengunjung saat dilakukan operasi yustisi protokol Kesehatan tersebut.

Sebab menurut mereka, personel yang turut serta adalah gabungan TNI/Polri serta petugas Satpol PP, BPBD, Dinas Pariwisata dan Humas Pemprov Sumut, serta adanya bukti rekaman video aksi brutal preman yang menyerang tim.

Penulis/Editor : Abdi

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x