x

Warga Pakistan Tewas dan 11 Orang Luka Akibat Serangan Houthi ke Bandara Riyadh 

2 minutes reading
Monday, 12 Oct 2026 07:41 0 98 Teuku Yan

BICARAINDONESIA: Bandara Internasional King Khalid di Ibukota Arab Saudi, Riyadh menjadi sasaran serangan kelompok Houthi. Tercatat satu orang tewas dan 11 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) mengonfirmasi bahwa korban tewas adalah seorang warga Pakistan.

Dilansir Anadolu Agency, Senin (12/10/2026), mereka yang terluka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan materiil yang saat ini masih dalam tahap penilaian.

Sebelumnya, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan bahwa sebuah proyektil tak dikenal menghantam Terminal 4 bandara tersebut pada Minggu sore (11/10/2026) waktu setempat, yang memicu kebakaran.

Serangan ini terjadi sehari setelah serangan lain di bandara yang sama menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Serangan ini terjadi sehari setelah serangan lain di bandara yang sama menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menuding kelompok Houthi dari Yaman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut dan berjanji akan memberikan tanggapan tegas, seraya menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.

Dilansir AFP, kelompok yang didukung Iran itu, pada Minggu (11/10/2026), mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan dalam 24 jam terakhir, termasuk terhadap bandara tersebut, dan mengancam akan terus menargetkan pusat-pusat transit kerajaan itu, seraya menyebutnya sebagai medan operasi bagi pasukan mereka.

Warga setempat mendengar suara beberapa ledakan di ibu kota Saudi, Minggu (11/10).

“Burung-burung menjadi panik setelah mendengar suara itu. Seluruh rumah berguncang,” ujar seorang warga di kawasan Al-Aarid, di bagian utara kota tersebut.

Pihak berwenang menghentikan operasi di bandara hingga, Minggu (11/10), menurut seorang sumber senior penerbangan, sementara layanan pemantau lalu lintas udara Flightradar24 menyatakan penutupan diperpanjang hingga pukul 21.00 waktu setempat.

Sumber penerbangan kedua mengonfirmasi penghentian operasi hingga pemberitahuan lebih lanjut, seraya menambahkan bahwa peralatan radar dan komunikasi mengalami kerusakan serta landasan pacu perlu diperiksa kondisinya. (Ty/dtc)

LAINNYA
x