x

10 Siswa di Medan Diduga Dipukul Guru Gegara Tak Kerjakan PR

2 minutes reading
Thursday, 3 Sep 2026 08:34 0 175 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Medan : Seorang guru SD Negeri 060807 Medan berinisial DAL diduga melakukan kekerasan terhadap 10 siswa. Kekerasn itu dilakukan DAL karena siswanya tak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).

Atas perbuatannya, puluhan orang tua siswa mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Medan untuk melaporkan guru tersebut pada Rabu (26/8/2026). Para orang tua siswa datang bersama anak-anak SD yang masih menggunakan seragam.

Mereka diminta menuliskan kronologi kejadian oleh petugas di ruangan pelayanan PAUD, SD dan SMP.

“Tadi bapak dan ibu perwakilan orang tua dan siswa dari SD Negeri 060807 mengadu tentang ada kejadian terhadap siswa yang terjadi di SD tersebut. Jadi, Dinas Pendidikan tadi juga sudah memfasilitasi orang tua dan anak-anak tentang kejadian di sekolah tersebut,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono saat diwawancarai, Rabu (26/8).

Mujiono mengatakan, laporan orang tua siswa tersebut berupa pemukulan dan hukuman fisik berlebihan yang diberikan kepada 10 orang siswa. Hukuman ini, kata Mujiono, diberikan lantaran siswa tidak mengerjakan PR.

“Tadi mereka melaporkan bahwa terjadi semacam pemukulan terhadap anak-anak karena alasannya tidak mengerjakan PR. Dan itu tidak menjadi alasan, karena sekolah ini kan sekolah ramah anak,” ungkap Mujiono

Kini guru tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri usai dilaporkan orang tua siswa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Medan.

“Informasi terakhir yang kami dapat guru tersebut sudah resign, mengundurkan diri. Dari kemarin, semenjak kejadian itu, kita perintahkan jangan ngajar dulu, dikasih piket saja. Namun yang bersangkutan mau resign, sehingga membuat surat pernyataan pengunduran diri. Jadi bukan kita yang memaksa,” ungkap Mujiono, Rabu (2/9/2026).

Sebelum pengunduran diri DAL, Mujiono mengatakan, Disdik Medan telah memanggil pihak sekolah dan orang tua siswa untuk mediasi pada Selasa (1/9/2026) lalu. Namun, kata Muji, orang tua siswa tidak menghadiri pertemuan tersebut.

“Sudah kita panggil semuanya untuk mediasi. Namun orangtua memilih untuk tidak mau datang. Sudah dibilang, sudah ditelepon juga orang tua, sudah kita panggilkan Kepala Sekolah dan wali-wali kelas, namun tetap tidak mau hadir mereka,” ungkap Muji.

Namun, Mujiono mengaku, orang tua siswa sudah memaafkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat ini situasi kegiatan belajar mengajar di SDN 060807 Medan sudah kembali normal.

“Orangtua sudah memaafkan. Sudah normal semua, cuma karena dari segi administrasi, kepala sekolah kan harus kita tegur juga melalui surat peringatan (SP) supaya enggak terjadi lagi hal-hal seperti ini kan,” imbuhnya. (Ka/dtc)

 

LAINNYA
x
error: Content is protected !!