CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82? BICARAINDONESIA-Jakarta : Sebanyak 2.280 ton beras premium akan diekspor ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 200 ribu lebih jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Perum Bulog mengambil kebijakan tersebut dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
“Untuk tahun ini kita mulai (ekspor). Kita akan burasaha keras agar jemaah haji kita berasnya dari Indonesia. Kita semua mendukung penuh memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi,” katanya di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Zulhas memastikan, beras yang akan diekspor untuk kebutuhan jemaah haji di Arab Saudi merupakan beras premium. Beras tersebut memiliki kualitas broken dengan pecahan 5 persen atau lebih bagus dari beras premium dalam negeri yang umumnya tingkat pecahan 15 persen.
“Berasnya beras Indonesia karena jemaah lebih suka beras kita kan pulen. Pecahannya nggak sampai 5 persen yang buat haji, ini premium number one,” katanya.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, beras yang diekspor merupakan beras segar dari Gabah Kering Panen (GKP) baru yang langsung dikirim ke Arab Saudi dan digunakan untuk menyuplai konsumsi seluruh jemaah haji asal Indonesia.
“Pecahannya hanya 5 persen, kalau premium Indonesia kan pecahannya 15 persen kadar airnya 14 persen atau bahkan di bawah 14 persen, yang pulen,” jelas Rizal dalam kesempatan yang sama.
Editor: Rizki Audina/*