x

2 Rumah Hilang, 1 Jembatan Rusak dan 4 Desa di Bahorok Diterjang Banjir Bandang

2 minutes reading
Thursday, 19 Nov 2020 12:56 0 143 admin

BICARAINDONESIA-Bahorok : Banjir bandang yang terjadi pada Selasa malam, 17 November 2020 lalu di kawasan lokasi wisata Bukit Lawang, Kec. Bahorok, Kab. Langkat, Sumatera Utara, masih menyisakan kehancuran yang cukup besar. Terutama di kawasan Sungai Landak yang dikenal Landak River.

Tidak hanya kawasan tersebut, bencana yang terjadi hingga Rabu dinihari, 18 November 2020 sekitar pukul 01.30 WIB, juga turut menerjang 4 desa, yakni Sampe Raya, Timbang Jaya, Timbang Lawan dan Lau damak. Warga keeempat desa itu pun tak mampu berbuat banyak dalam peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Beruntung, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka.

Laporan dari Muhammad Farhan yang diturunkan oleh tim DERM ACT Sumut, untuk sementara saat ini tidak ada warga mengungsi. Hanya saja, banjir yang kini sudah surut, menyisakan lumpur yang tebal serta gelondongan kayu hutan.

Menurutnya, data yang diperoleh dari pihak kecamatan serta BPBD setempat, ada 1 Unit jembatan ranbin (terbuat dari besi) rusak berat di desa Timbang Lawan, 46 unit penginapan dan warung rusak ringan hingga berat, ternak kambing sebanyak 13 ekor dan sapi sebanyak 3 ekor mati tersapu banjir. Dan beberapa hektar sawah dan lahan pertanian turut rusak.

Pemkab Langkat melalui BPBD, Dinas Pariwisata, dan Dinas Sosial Langkat, serta di bantu pihak Polsek, Koramil serta tim ACT yang meninjau langsung ke lokasi melakukan inventarisasi dan kaji cepat atas kerusakan yang diakibatkan oleh banjir bandang ini.

Selain itu tim juga melakukan pembersihan material banjir bandang di lokasi bersama masyarakat, juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk lebih waspada terhadap potensi bencana banjir/banjir bandang dikarenakan kondisi saat ini intensitas hujan sangat rutin.
Dan pihak keamanan juga menutup sementara lokasi wisata Landak River untuk umum dan difokuskan upaya penanganan .

Farhan menjelaskan, akses ke lokasi sulit dijangkau dan hanya dapat di tempuh menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki sejauh ± 2km. Dengan peralatan seadanya mereka melakukan pembersihan area dari material banjir bandang dengan menggunakan chainsaw, cangkul, karung (goni) dan sejenisnya.

“Selain itu tim juga membuat semacam jembatan darurat sementara, di Desa Timbang Lawan. Situasi terkini sejak berita ini dinaikkan saat ini lokasi banjir bandang di sungai Landak River, masyarakat masih melakukan pembersihan lahan terhadap sisa-sisa material yang dibawa arus sungai sewaktu banjir bandang,” jelas Farhan.

Editor : Teuku/rel

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x