x

25 Tentara dan 30 Anggota Geng Tewas dalam Bentrokan di Meksiko

2 minutes reading
Tuesday, 24 Feb 2026 10:49 0 99 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Bentrokan pecah usai kematian gembong narkoba Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera. Sedikitnya 25 tentara Meksiko dan 30 anggota geng narkoba tewas dalam bentrokan tersebut.

AFP, Selasa (24/2/2026), melansir bahwa Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), terluka pada hari Minggu (22/2/2026) dalam baku tembak dengan tentara di kota Tapalpa, di negara bagian Jalisco. Dia meninggal saat diterbangkan ke Mexico City.

Berita kematiannya memicu gelombang kekerasan. Anggota kartel di seluruh negeri memblokir jalan di 20 negara bagian dan membakar kendaraan dan bisnis.

Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch mengatakan setidaknya 25 anggota Garda Nasional tewas dalam bentrokan.

Harfuch menambahkan bahwa seorang penjaga penjara, seorang anggota kantor kejaksaan negara bagian dan 30 tersangka anggota organisasi kriminal Oseguera juga tewas.

Sebelum tewas, Oseguera memiliki hadiah buronan sebesar 15 juta dolar AS.

Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengatakan delapan tersangka anggota kartel tewas dalam operasi pasukan khusus untuk menangkap Oseguera dan tiga tentara terluka.

Warga yang ketakutan bersembunyi, dan wisatawan berlindung di hotel dan resor mereka saat anggota kartel mengamuk.

Meskipun Presiden AS Donald Trump belum menanggapi secara publik atas tewasnya Oseguera, ia sempat memposting di platform Truth Social miliknya. “Meksiko harus meningkatkan upaya mereka dalam memerangi Kartel dan Narkoba!” tulis Trump.

Meskipun kekerasan tampaknya mereda, Meksiko tetap dalam keadaan siaga tinggi.

 

Pemerintah mengirimkan 2.500 tentara ke Jalisco—sebuah negara bagian yang dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia sepak bola musim panas ini.

Jalan-jalan di ibu kota negara bagian Jalisco, Guadalajara, hampir kosong pada hari Senin. Sekolah, toko, apotek, dan pom bensin tetap tutup, semua acara yang melibatkan banyak orang dibatalkan, dan transportasi umum dihentikan.

Maria Medina, yang bekerja di sebuah pom bensin yang dibakar pada hari Minggu, mengatakan bahwa orang-orang bersenjata muncul dan menyuruh semua orang untuk keluar.

“Saya pikir mereka akan menculik kami. Saya lari ke warung taco untuk berlindung bersama orang-orang di sana,” kata Medina kepada AFP.

Kekerasan melanda kota wisata Puerto Vallarta, dan menyebar ke negara bagian Michoacan yang bertetangga, di mana kartel Oseguera telah melancarkan perang melawan koalisi kelompok kriminal saingannya.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!