Kerusakan pada gedung permukiman di Kyiv, akibat serangan rudal Rusia/AFP BICARAINDONESIA-Jakarta : Serangan rudal Rusia terhadap Kyiv, Ibukota Ukraina, pada Sabtu (1/8/2024) waktu setempat, mengakibatkan sembilan orang tewas. Puluhan orang lainnya, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka.
Reuters, Sabtu (1/8/2026), melansir bahwa seorang saksi mata mengatakan, lebih dari belasan ledakan mengguncang Kyiv selama beberapa gelombang serangan udara berlangsung di Ibukota Ukraina.
“Sembilan orang tewas di ibukota akibat serangan musuh,” kata Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko dalam pernyataan via Telegram, merujuk pada Rusia, dikutip Anadolu Agency.
Dia menyebutkan bahwa 28 orang lainnya mengalami luka-luka di area Kyiv, termasuk empat anak-anak. Sebanyak 17 korban luka di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan sisanya mendapatkan penanganan medis di lokasi serangan.
“Malam yang mengerikan di Kyiv. Karena gagal mencapai tujuannya di medan pertempuran, Rusia meningkatkan serangan udara dan aksi teror terhadap warga sipil. Ukraina sangat membutuhkan tambahan sistem pertahanan udara dan rudal, serta rudal pencegat,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa total 35 rudal, yang mencakup 27 rudal balistik, dan 185 drone tempur diluncurkan Rusia dalam serangan pada Sabtu (1/8) waktu setempat. Kyiv disebut sebagai target utama serangan Moskow tersebut.
Zelensky menyebut hanya satu rudal balistik yang berhasil dicegat karena Ukraina kekurangan rudal pencegat untuk sistem Patriot buatan Amerika Serikat (AS) yang digunakan negara itu untuk mencegat serangan udara Rusia.