Foto: AFP/LOU BENOIST BICARAINDONESIA-Jakarta : Otoritas Prancis mengamankan hampir 900 orang usai terjadi kerusuhan pasca kemenangan Paris Saint-Germain di final Liga Champions akhir pekan lalu. Aksi perayaan pendukung PSG berubah ricuh ketika bentrokan antara sekelompok pemuda dan aparat kepolisian tak terhindarkan.
Otoritas Prancis mengamankan hampir 900 orang usai terjadi kerusuhan pasca kemenangan Paris Saint-Germain di final Liga Champions akhir pekan lalu. Aksi perayaan pendukung PSG berubah ricuh ketika bentrokan antara sekelompok pemuda dan aparat kepolisian tak terhindarkan.
Ini gelar Liga Champions kedua secara beruntun untuk PSG, klub yang bermarkas di Paris. Laga final sendiri berlangsung di Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026) malam waktu setempat.
Namun, perayaan kemenangan yang berlangsung di Prancis, dilansir AFP, Senin (1/6/2026), dirusak oleh bentrokan antara para pemuda dan polisi, yang tidak hanya terjadi di Paris, tetapi juga di beberapa kota lainnya di negara tersebut.
Dalam kerusuhan tersebut, mobil-mobil dibakar dan toko-toko dijarah.
“Kami telah melakukan lebih dari 890 penangkapan. Secara total, itu mencapai 45 persen lebih banyak daripada tahun lalu,” kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, kepada televisi France Inter.
Nunez menambahkan bahwa hampir 180 personel penegak hukum mengalami luka-luka dalam kerusuhan tersebut.
Ini gelar Liga Champions kedua secara beruntun untuk PSG, klub yang bermarkas di Paris. Laga final sendiri berlangsung di Budapest, Hungaria, pada Sabtu malam, 30 Mei waktu setempat.