x

Buntut Flexing Anaknya ke Eropah, Asisten I Pemkab Gayo Lues Tanggalkan Jabatannya

5 minutes reading
Thursday, 23 Jul 2026 23:24 0 86 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Blangkejeren: Anak ternyata tak selamanya jadi kebanggan orangtua. Karena faktanya, banyak juga anak yang malah menjadi baru sandungan karir bapaknya. Misalnya kasus Rafael Alun, eks pejabat Kantor Pajak yang hancur karirnya gara-gara sang anak. Kini kisah serupa berulang di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Sorotan itu pula yang kini mengarah kepada Dea Arranoya, anak dari Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Nevirizal. Akibat ulah pamer kekayaan atau flexing di media sosial yang dilakukanya viral, sang ayah yang merasa malu setelah ‘dirujak’ netizen, akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya.

Pantauan di media sosial, postingan flexing itu beredar pada Rabu (22/7/2026). Sang anak tanpa merasa malu sebagai anak ASN, memamerkan liburan di Korea Selatan, Bangkok hingga Eropa. Sang anak juga menyebarkan isi percakapan di grup keluarga termasuk rencana pembelian mobil.

Di postingan lainnya, sang anak juga mengunggah foto sejumlah jerigen tersusun rapi yang disebut berisi BBM. Jerigen itu ditempatkan di sebuah ruangan di samping mobil warna hitam sekilas mirip Mitsubishi Pajero.

“Papaku beli minyak 15 jeriken. Ntah mobil mana lagi yang mau dipenuhkannya,” tulis postingan tersebut.

Sontak unggahan anak Nevirizal menjadi perbincangan karena semua itu dipostingnya saat Gayo Lues masih dalam tahap pemulihan pasca bencana. Dalam salah satu percakapan di grup keluarga, Nevirizal saat itu mengaku sedang rapat penanganan bencana.

Secara gentleman, Nevrizal yang malu melihat kelakukan putrinya, lantas meminta maaf kepada pemerintah dan masyarakat. Ia mengaku lalai mengawasi anaknya bermedia sosial.

“Saya mohon sama pemerintah, sama masyarakat yang tersakiti karena ini memang ketidaksengajaan yang anak kami buat karena mungkin dia belum sampai pemikirannya ke situ,” kata Nevirizal saat dimintai konfirmasi wartawan.

Nevirizal menjelaskan, postingan yang diunggah tersebut merupakan kejadian tahun lalu. Anak dan istrinya disebut pergi ke Korea pertengahan 2025 membawa anggota keluarga berobat mata.

Dia mengaku tidak ikut dalam rombongan termasuk saat anaknya berlibur ke Eropa. Sementara terkait BBM, Nevirizal mengaku minyak tersebut dibeli pada Desember lalu untuk penanganan bencana karena saat itu BBM langka.

“Minyak itu 15 jeriken di drop di rumah saya untuk penanganan bencana bulan 12 kemarin,” jelasnya.

Mantan Plt Sekda Gayo Lues itu mengaku kasus tersebut viral pada Selasa (21/7/2026) kemarin. Dia berkali-kali meminta maaf dan mengakui kejadian itu akibat kelalaiannya.

“Saya sudah perintahkan kepada anak saya jangan ada lagi diupload. Sekarang saya mengalami tekanan psikologis,” ungkapnya.

Pilih Mundur

Tiga hari usai video anaknya viral, Nevrizal mengumumkan pengunduran dirinya. Keputusan itu sebagai bentuk tanggung jawab atas ulah anaknya yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempatnya bekerja.

“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” tulis Nevirizal dalam keterangan diterima di Meulaboh, Aceh Barat, seperti dilansir Antara, Kamis (23/7/2027).

Pengundurah itu terhitung sejak hari ini. Dalam wawancara lanjutan, Nevirizal mengatakan surat pengunduran dirinya tersebut sudah ia serahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H Maliki di Blangkejeren, ibukota kabupaten setempat. Karena bupati sedang dinas ke luar daerah.

Dalam surat pengunduran dirinya, Nevirizal mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarganya. Sikap anaknya sempat menimbulkan polemik dan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah.

Meskipun permasalahan yang timbul bersifat pribadi, ia menyadari bahwa sebagai seorang pejabat publik, dirinya memikul tanggung jawab etika untuk menjaga integritas serta nama baik lembaga.

Ia berharap keputusan ini dapat memberikan ruang dan kesempatan agar proses evaluasi serta perbaikan di lingkungan pemerintahan daerah dapat berjalan dengan baik.

“Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini,” lanjutnya.

Melalui surat tertulis tersebut, Nevirizal juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada pimpinan, rekan kerja, dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Gayo Lues atas kegaduhan yang sempat terjadi.

Dalam surat terbuka tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di atas meterai di Banda Aceh, Dea mengakui kesalahannya terkait perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang dinilai tidak bijak.

Salah satu konten yang memicu sorotan publik adalah unggahannya pada 9 Desember 2025 lalu yang menampilkan deretan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM). Dea menyadari tindakan tersebut menyinggung perasaan masyarakat yang sedang menghadapi situasi ekonomi sulit.

Dea menegaskan tidak mencari pembenaran atas kegaduhan yang telah terjadi. Ia menyebut aksi memamerkan konten tersebut murni karena kelalaian dan ketidakdewasaannya dalam menggunakan platform media sosial.

“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial,” tulis Dea, seperti dilansir Antara, Kamis (23/7/2026).

Ia juga menyadari perbuatannya tidak memberi dampak positif, melainkan hanya menciptakan persepsi yang keliru dan kegaduhan di ruang publik.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Dea mengonfirmasi telah menghapus seluruh konten terkait dari semua akun media sosial miliknya. Ia juga berkomitmen untuk melakukan introspeksi diri serta memperbaiki caranya berinteraksi di media sosial.

Merasa terpuruk dan sangat menyesal atas kejadian ini, Dea berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang.

“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat,” ungkapnya. (Ty/detikcom)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!