BICARAINDONESIA-Jakarta : Sebuah bus berisi penumpang ditembaki di Homs, Suriah. Perisitiwa ini mengakibatkan 7 orang tewas dan 4 orang lainnya terluka.
Dilansir dari detikcom dan AFP, Kamis (1/10/2026), menurut kantor berita resmi Sana, pelaku penembakan belum teridentifikasi. Seorang sumber keamanan yang meminta namanya dirahasiakan awalnya memberikan informasi awal kepada AFP bahwa jumlah korban tewas adalah lima orang.
Di antara penumpang bus tersebut terdapat insinyur dan pekerja dari perusahaan swasta serta seorang karyawan Perusahaan Listrik Suriah-yang juga menjadi korban-ujar sumber keamanan tersebut.
Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights menyatakan bahwa seluruh korban berasal dari kelompok minoritas Alawit, yang kerap menjadi sasaran serangan, termasuk pembantaian di wilayah pesisir pada tahun 2025 yang menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir tahun 2024, otoritas Suriah menghadapi tantangan keamanan besar, di mana Damaskus dan wilayah sekitarnya dilanda sejumlah serangan.
Sesaat sebelum serangan terhadap bus tersebut, media pemerintah melaporkan adanya ledakan pada pipa gas di dekat salah satu pembangkit listrik utama negara itu, tak jauh dari Damaskus; peristiwa ini terjadi dua hari setelah sabotase terhadap pipa lain di Suriah timur.
Teror di Suriah
Sebelumnya, serangan bom terhadap bus pernah terjadi pada 22 Agustus. Saat itu, bus tersebut mengangkut anggota pasukan keamanan dalam negeri Suriah di dekat Damaskus. Serangan itu melukai beberapa orang.
Pada awal Agustus, ledakan bus di Jaramana-sebuah kota di dekat Damaskus tempat bermukimnya komunitas Kristen dan Druze-menyebabkan 14 orang terluka.
Pada bulan Juli, terjadi dua ledakan di dekat hotel tempat Presiden Prancis Emmanuel Macron menginap selama kunjungan resmi, meskipun ia tidak berada di lokasi tersebut pada saat itu. (Ka/dtc)