x

Kabut Asap Selimuti Singapura Saat Balapan Formula 1 Digelar

3 minutes reading
Saturday, 10 Oct 2026 13:15 0 97 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Kabut asap menyelimuti Singapura saat Formula 1 Singapore Grand Prix 2026 digelar akhir pekan ini. Tercatat bahwa kualitas udara di berbagai wilayah Singapura semakin memburuk akibat kabut asap, hingga mencapai level ‘tidak sehat’, bahkan diprediksi bisa mencapai batas bawah untuk level ‘sangat tidak sehat’.

Dilansir dari AFP, Channel News Asia, dan detikcom, Sabtu (10/10/2026), disebutkan bahwa  kabut asap lintas perbatasan yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia terus menyelimuti Singapura beberapa hari terakhir, dengan ajang Formula 1 dijadwalkan digelar pada 9-11 Oktober.

Angka Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam di Singapura sempat mencapai angka 192 di wilayah tengah negara tersebut, tergolong kategori ‘tidak sehat’, pada Jumat (9/10) sore waktu setempat. Angka itu merupakan yang tertinggi selama musim kabut asap tahun ini.

Pada waktu yang sama, bacaan PSI di wilayah barat negara itu mencapai angka 187, di wilayah selatan mencapai angka 167, di wilayah timur mencapai angka 166, dan di wilayah utara mencapai angka 135.

Angka PSI 24 jam menjadi dasar bagi imbauan kesehatan harian Badan Lingkungan Nasional (NEA), dengan angka 101-200 dikategorikan sebagai ‘tidak sehat’, kemudian angka 201-300 dikategorikan sebagai ‘sangat tidak sehat’, dan di atas 300 sebagai ‘berbahaya’.

Jika PSI melampaui angka 200, otoritas Singapura akan membagikan masker N05 kepada warga yang dianggap rentan, termasuk lansia. Sekolah-sekolah juga dapat diliburkan jika angka PSI untuk hari berikutnya diperkirakan melampaui angka 300, yang masuk kategori ‘berbahaya’.

Federation Internationale de l’Automobile (FIA), yang mengatur balapan internasional termasuk Formula 1, mengatakan pada Kamis (8/10) bahwa kabut asap dinilai tidak ‘menimbulkan ancaman’ bagi balapan Formula 1 di Singapura.

“Tingkat Kualitas udara sedang dipantau oleh otoritas setempat yang berwenang, dan langkah-langkah darurat yang tepat telah disiapkan seandainya kondisi memburuk,” demikian pernyataan FIA kepada AFP.

Jika kabut asap memburuk dan bergantung pada tingkat polusi, sebut FIA, “mungkin akan ada pembatasan aktivitas luar ruangan yang terutama difokuskan pada aktivitas hiburan, bukan pada area Paddock maupun sirkuit”.

“Berdasarkan informasi terkini yang tersedia, kualitas udara dan kabut asap diperkirakan tidak akan mengganggu aktivitas di lintasan ataupun pelaksanaan acara tersebut,” kata FIA dalam pernyataannya.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif promotor balapan Singapura GP Pte Ltd (SGP), Adam Firth menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada rencana untuk mengubah aktivitas hiburan Formula 1 Singapore Grand Prix 2026.

“Kami akan terus memantau secara cermat segala kondisi cuaca, termasuk kabut asap, sebagai bagian dari prosedur standar perencanaan dan operasional acara kami. Jika terdapat perubahan apa pun, kami akan menyampaikannya melalui saluran resmi kami secara tepat waktu,” ujar Firth, seperti dilansir Bernama.

Hal yang serupa disampaikan oleh Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup, Grace Fu, yang mengatakan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk mengubah aktivitas hiburan outdoor dalam ajang Formula 1 meskipun kondisi kabut asap memburuk.

Grace mengimbau para pengunjung ajang Formula 1 untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta penderita penyakit jantung atau paru-paru, agar menghindari paparan kabut asap yang tidak sehat dalam waktu lama.

Dia menambahkan bahwa mereka yang merasa kurang sehat atau sangat sensitif terhadap kabut asap sebaiknya tidak menghadiri acara tersebut. (Ka/dtc)

LAINNYA
x