x

AHY Resmikan Huntara di Aceh Tamiang, Pastikan Layak dan Manusiawi

3 minutes reading
Friday, 23 Jan 2026 08:57 0 245 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang telah diresmikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kamis (22/1/2026). Huntara ini merupakan bagian dari total pembangunan 1.217 unit yang akan dibangun untuk korban bencana hidrometeorologi di utara Sumatera.

Hunian sementara ini disiapkan agar masyarakat tidak lagi bertahan dalam kondisi darurat, tetapi dapat menempati tempat tinggal yang aman, layak, dan manusiawi sembari menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi mereka.

AHY mengatakan rumah merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat, terlebih setelah bencana merenggut rasa aman dan tempat tinggal warga.

“Rumah adalah segala-galanya bagi masyarakat. Ketika banjir besar dan longsor yang dahsyat menghantam saudara-saudara kita, banyak rumah yang rusak, hancur, bahkan hilang dan hanyut,” ujar AHY dikutip dari keterangan resmi Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jumat (23/1/2026).

AHY menekankan bahwa penanganan pascabencana dilaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi terus berlanjut hingga rehabilitasi dan rekonstruksi selesai serta masyarakat kembali hidup secara layak.

“Oleh karena itu, atas direktif dan kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah-khususnya Kementerian Pekerjaan Umum-berada di depan, di garis terdepan, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” katanya.

Tahap awal pemulihan, pemerintah meresmikan 84 unit Huntara yang dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi. Huntara tersebut terdiri atas tujuh blok, dengan kapasitas 12 keluarga di setiap blok, sehingga dapat menampung 84 kepala keluarga.

Lebih lanjut, AHY mengatakan bahwa Huntara bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal pemulihan agar warga dapat hidup lebih tenang sambil pemerintah menyiapkan tahapan berikutnya menuju hunian tetap. Pembangunan Huntara dilakukan dengan prinsip build back better, tidak hanya mengedepankan kecepatan, tetapi juga kualitas, keselamatan, dan kenyamanan.

“Saya bersyukur karena Huntara ini bukan hanya menyediakan tempat tidur yang lebih layak, melainkan dilengkapi fasilitas pendukung utama, seperti kamar mandi atau toilet, dapur bersama, serta ruang terbuka atau common area untuk warga,” ungkap AHY.

Selain di Aceh Tamiang, pemerintah juga tengah mengoordinasikan pembangunan 163 unit hunian modular di Lubuk Sidup. Pemerintah menegaskan bahwa standar kualitas hunian di seluruh lokasi harus setara, tanpa pembedaan, karena seluruh warga terdampak memiliki hak yang sama atas hunian yang layak.

Pembangunan hunian juga dilakukan secara paralel dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung, seperti air bersih, sanitasi, drainase, listrik, jalan lingkungan, serta akses terhadap layanan dasar-termasuk sekolah, puskesmas, pasar, dan sumber penghidupan-agar masyarakat dapat kembali produktif.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap Aceh Tamiang sebagai salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menko AHY, Bapak Menteri Pekerjaan Umum, beserta seluruh jajaran yang telah banyak membantu kami,” ujar Armia Pahmi.

Armia Pahmi melaporkan bahwa Huntara tersebut akan dihuni oleh 84 kepala keluarga dari wilayah terdampak banjir di Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang, dengan total sekitar 305 jiwa. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan verifikasi rumah rusak sebagai dasar pembangunan hunian tetap ke depan.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!