x

Beranggaran Rp21,5 M, Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Sei Silau III Tanjungbalai Harus Diusut

3 minutes reading
Saturday, 23 Jan 2021 12:31 0 183 admin

BICARAINDONESIA-Medan : Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik Sumut, Siska Barimbing, meminta aparat penegak hukum segera turun ke Tanjungbalai terkait dugaan korupsi pembangunan Jembatan Sei Silau III yang telah dilakukan sejak tahun 2009. Meski sudah berlangsung belasan tahun, hingga awal 2021, proyek itu masih mangkrak.

“Artinya selama hampir 11 tahun Pemerintah Kota Tanjungbalai juga tidak berhasil merampungkan pekerjaan ini,” kecam Siska di Medan, Sabtu (23/1/2021).

Padahal, lanjutnya, jika dilihat dari spek, bangunan jembatan dengan panjang 103 meter dan lebar 10 meter itu, sebenarnya bukanlah tergolong pekerjaan yang sulit dilakukan.

“Namun hingga hampir 11 tahun juga tidak dapat diselesaikan. Alokasi anggaran dari APBD Kota Tanjungbalai Tahun 2018 sebesar Rp21, 5 miliar sudah cukup besar untuk ukuran jembatan ini,” tandasnya.

Siska Barimbing, Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik Sumut/foto : ist

Dia juga menilai, proyek ini merupakan prestasi yang sangat buruk dari Pemko Tanjungbalai. Jika saja jembatan ini bisa diselesaikan akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian 25.174 jiwa warga di 5 kelurahan yang ada di Kec. Sei Silau.

“Tidak selesainya pembangunan jembatan ini dapat diduga ada pembiaran dari Pemko Tanjungbalai. Padahal BPK¬† sudah menyampaikan dalam hasil audit tahun 2018, jika sampai tahun 2021 juga tidak ada perkembangan maka seharusnya dievaluasi,” sebur Siska.

Jika ada temuan kesalahan dari pihak pemenang tender dalam melaksanakan kontrak perjanjian, sambungnya, maka Pemerintah Kota Tanjungbalai diharalkan segera melakukan upaya hukum sebagai bentuk keseriusannya menyelesaikan permasalahan ini.

“Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebagai penyidik Tipikor juga dapat segera melakukan penyelidikan, jika memang ada dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pembangunan jembatan Sei Silau III,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui bahwa Rencana jembatan Lingkar Utara menyeberangi Sei Silau, penghubung Kec. Sei Tualangraso dengan Datukbandar ini sebenarnya hanya sepanjang 103 meter dengan lebar 10 meter. Ironisnya, ini justru menjadi proyek yang terbengkalai dari 12 jembatan di jalur Lingkar Utara. Padahal di saat yang sama, 11 jembatan lain sudah selesai dibangun Pemko Tanjungbalai.

Akibat tak kunjung selesai, terpantau di lapangan terlihat 5 tiang penyanggah jembatan di Tanjungbalai itu yang sudah berdiri sejak 2010, dikhawatirkan  sudah lapuk termakan usia. Apalagi kelanjutan pembangunan yang menggunakan APBD tahun 2013 dengan dana hampir Rp2 miliar hanya untuk aboutmen (bagian pangkal jembatan-red). Sehingga sangat diragukan kekokohannya.

Kandas di Tangan PT TL

Kelanjutan proyek pembangunan jembatan bernama Sei Silau III, ini pun dialokasikan dalam APBD kota itu tahun 2018 sebesar Rp21,5 miliar.

Lelang proyek guna perampungan pembangunan jembatan itu lantas dimenangkan PT TL dengan penawaran Rp19.621.206.000.

Ironisnya, PT TL tak mampu menyelesaikan kewajibannya hingga anggaran tahun 2018 berakhir. Pada tanggal 24 Januari 2019, progres pekerjaan masih pada bagian penimbunan pangkal jembatan saja.

Sementara dana yang terealisasi sekira Rp9 miliar dari total dana Rp21,5 miliar. Namun dana yang direalisasikan diduga tidak sesuai progres pekerjaan, sehingga menjadi temuan BPK RI Perwakilan Sumut. Terendus pula, sekitar Rp3 Miliar penggunaannya dinilai akal-akalan, karena diduga hanya untuk menimbun pangkal jembatan dengan beberapa kubik timbunan.

Hingga kini, lima tiang penyanggah jembatan yang sudah genap berusia 10 tahun itu hanya menjadi saksi bisu. Tahun lalu, BPK RI Perwakilan Sumatera Utara juga menemukan dana Rp9 miliar APBD Tanjungbalai TA2018 diduga bermasalah.

Pada satu kesempatan, Walikota Tanjungbalai M Syahrial dilansir sejumlah media, mengakui temuan BPK RI itu. Petinggi wilayah berjuluk ‘Kota Kerang’ itu mengakui, dana sebesar Rp9 miloar untuk jembatan Sei Silau III yang tidak terlaksana kegiatannya, tak bisa dipertanggungjawabkan. Namun dia berjanji akan memperbaiki laporan keuangan, sehingga ke depan dapat lebih baik lagi. Sayang, hasilnya hingga kini belum ada yang tau.

Yang jelas, anggaran negara puluhan miliar rupiah berakhir sia-sia terendam di Sei Silau. Pengerjaan terakhir jembatan ini disinyalir kandas di tangan PT TL. Kini 5 tiang penyanggah jembatan diduga sudah mulai lapuk dan diragukan kekuatannya.

Penulis : Yuli
Editor : Yudis

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x