Berhentikan Latihan Saat Adzan, STY Mulai Terbiasa Budaya Islam di Indonesia

BICARAINDONESIA-Jakarta : Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) sudah mulai terbiasa dengan budaya Islam di Indonesia dengan menghentikan latihan saat adzan (panggilan salat umat Islam).

Shin Tae-yong menghentikan latihan timnas U-19 Indonesia ketika terdengar kumandang adzan.

Jika biasanya pelatih menghentikan latihan karena dirasa sudah cukup, lain halnya seperti yang dilakukan Shin Tae-yong terhadap anak asuhnya di skuad timnas U-19 Indonesia.

Shin Tae-yong kembali membuat para penggemar sepakbola Tanah Air terkesan dengan sikapnya baru-baru ini saat memimpin latihan timnas U-19 Indonesia.

Menariknya kesan itu muncul dari sikap sederhana terhadap anak asuhnya saat latihan berjalan, hal ini berhubungan dengan kumandang adzan.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Shin Tae-yong tampak menghentikan latihan sejenak setelah sayup-sayup terdengar kumandang adzan.

Lewat peluit yang ia bunyikan, eks pelatih timnas Korea Selatan itu meminta seluruh anak asuhnya berhenti latihan dan beristirahat sejenak.

Sembari menunggu adzan, Shin Tae-yong juga meminta anak asuhnya untuk minum dan ketika adzan selesai berkumandang latihan kembali dilanjutkan.

Bisa jadi ini merupakan momen yang biasa, namun hal yang melakukan itu adalah orang asing yang sedang bekerja untuk Indonesia bersama para pemuda beragam suku dan agama.

Budaya Islam yang sangat kental di Indonesia sebenarnya sudah lama disinggung Shin Tae-yong, sejak ia pertama kali dipilih sebagai pelatih timnas.

Saat itu, Shin Tae-yong mengaku langsung mempelajari budaya Islam dan saat itu ia belajar agama mayoritas masyarakat Indonesia dari seorang dokter.

Termasuk bagaian-bagian apa saja yang harus diperhatikan, Shin seolah menepati janjinya untuk menghormati waktu ibadah pemain muslim di skuadnya.

“Sejak awal, saya mencoba memahami budaya Islam. Ada seorang dokter di Jakarta yang merupakan penganut agama Islam. Saya memintanya untuk bercerita soal agama Islam selama kurang lebih tiga jam. Saya belajar hal soal Islam dari sana, terutama bagian-bagian mana yang harus diperhatikan,” ucap Shin. Tae-yong.

“Saya berjanji kepada pemain dan pelatih (lokal) untuk terus menghormati waktu beribadah mereka. Saya juga akhirnya tahu ibadah itu bisa dilakukan pada waktu tertentu. Saya melakukannya dengan baik tanpa merasakan ketidaknyamanan dalam latihan.” imbuhnya.

Penulis / Editor : @-Red/Amri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *