x

Bupati Purwakarta Buka Suara Soal Lagu ‘Lalaki Langit’ yang Tuai Kritik

2 minutes reading
Thursday, 2 Jul 2026 10:39 0 92 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Media sosial tengah menyoroti lagu berbahasa Sunda berjudul ‘Lalaki Langit’ yang diciptakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. Pasalnya, lagu itu dinilai merendahkan kaum perempuan.

Lirik lagu tersebut dinilai sebagian pihak mengandung stereotip tertentu terhadap perempuan. Kritik pun berdatangan karena sebagian masyarakat menganggap diksi yang digunakan kurang sensitif.

Terkait lagu itu, Om Zein buka suara. Om Zein membantah anggapan yang menyebut lagu tersebut sengaja diciptakan untuk menyudutkan atau menyinggung kelompok tertentu, khususnya kaum perempuan.

Dia mengatakan bahwa karya berbentuk puisi dan lagu itu sebenarnya sudah ditulis sejak beberapa tahun silam sebagai cerminan pribadi.

“Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal,” kata Om Zein dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Om Zein menerangkan bahwa lirik yang tertuang di dalamnya adalah bentuk kejujuran atas ketidaksempurnaan dirinya di masa lalu. Ia memandang karya ini sebagai medium kontemplasi spiritual dan emosional atas perjalanan hidupnya.

“Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri,” terangnya.

Namun, Om Zein menyadari bahwa interpretasi publik bisa berbeda. Sebagai pejabat publik, Om Zein pun menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang sempat timbul akibat viralnya lagu tersebut.

“Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” kata dia.

Lebih lanjut, Om Zein berharap masyarakat dapat melihat karyanya dari sudut pandang yang lebih utuh dan bijak. Alih-alih dianggap sebagai sarana menyindir, lagu tersebut sejatinya adalah sebuah pengingat bagi dirinya sendiri untuk terus berbenah menjadi pribadi yang lebih baik. 

LAINNYA
x
error: Content is protected !!