“Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran,” ujar Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Iran, Fars, dilansir kantor berita AFP, Senin (2/3).
Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak serangan tersebut.
Rudal Kheibar pertama kali diluncurkan tahun 2022. Jangkauan dan akurasinya menarik perhatian para pejabat keamanan nasional di Eropa dan Israel, serta para ahli yang memantau kemajuan teknologi militer Iran.
Berdasarkan laporan Media New York Times, Kheibar berbahan bakar padat dan dilengkapi sistem panduan canggih untuk mengenai target. Jangkaun rudal tersebut 1.450 kilometer. Artinya, rudal tersebut memang bisa menjangkau Israel, jika ditembakkan dari Iran. Namun, yang membuatnya menonjol dibanding senjata Iran lainnya adalah hulu ledaknya mampu bermanuver untuk menghindari setidaknya beberapa sistem pertahanan udara tradisional.
