x

Jakarta Kembali PSBB, Begini Strategi Bandara Kualanamu Perketat Protokol Kesehatan

3 minutes reading
Monday, 14 Sep 2020 03:14 0 136 admin

BICARAINDONESIA-Deliserdang : Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Kualanamu dan stakeholder, menerapkan protokol kesehatan secara ketat di areal objek vitak yang terletak di Kab. Deliserdang, Sumatera Utara itu.

Ketatnya protokol kesehatan ini mendukung ditetapkannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai hari ini Senin, 14 September 2020.

Protokol kesehatan di Kualanamu International Airport (KNIA), fokus pada jaga jarak (physical distanding), pengecekan kesehatan (health screening), layanan tanpa sentuh (touchless processing), kebersihan fasilitas (facility cleanliness & sanitizing), dan perlindungan terhadap setiap individu di bandara (people protection).

Executive General Manager PT Angkasa Pura II KNIA Djodi Prasetyo mengatakan, setiap personel di bandara memastikan 5 fokus tersebut dapat diwujudkan di kebandarudaraan.

“Pengecekan suhu tubuh traveler dijalankan di terminal keberangkatan dan kedatangan, lalu pengecekan surat hasil rapid test dan PCR test dilakukan secara ketat dengan proses antrean yang sangat baik. Di seluruh area bandara juga rutin dilakukan disinfeksi dan disediakan berbagai fasilitas seperti hand sanitizer dan wastafel. Setiap orang di terminal penumpang juga wajib menggunakan masker,” ungkapnya, Minggu, 13 September 2020 kemarin.

Protokol kesehatan di KNIA, lanjutnya, juga dimungkinkan untuk diperketat misalnya dengan penambahan personel aviation security atau customer service, peningkatan frekuensi disinfeksi di area bandara, penambahan titik hand sanitizer, fasilitas cuci tangan, dan berbagai upaya untuk menjaga kebersihan dan higienitas bandara,” jelas Djodi Prasetyo.

Tambah Djodi, adapun pada bulan ini (1 – 8 September 2020), rata-rata pergerakan penumpang di bandara KNIA sebanyak 6000 s.d 7000 orang/hari. Menuturkan kenaikan jumlah penumpang sudah kelihatan di bulan Juli tahun ini dan sampai sekarang di bulan September 2020 dengan persentase kenaikan 30-35 %.

“PSBB penuh di DKI Jakarta pada 14 September nanti ditetapkan setelah ada angka psikologis baru pergerakan penumpang di tengah pandemi. Hal ini berbeda ketika PSBB diterapkan pertama kali yaitu tidak jauh ketika penerbangan di dalam kondisi normal, sehingga terjadi penurunan pergerakan penumpang pada April 2020 cukup signifikan,” papar Djodi.

Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan juga mulai terjaga berkat berjalannya protokol kesehatan secara ketat yang dijalankan PT Angkasa Pura II dan stakeholder antara lain maskapai, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Lebih jauh Djodi Prasetyo menuturkan saat ini kondisi penerbangan di Bandar Udara Internasional Kualanamu masih berada di dalam koridor regulasi yang ditetapkan sesuai dengan Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara Nomor SE 13/2020.

Berdasarkan surat edaran tersebut, jumlah penumpang waktu sibuk di terminal bandara maksimal 50%. Sementara itu, di Soekarno-Hatta rata-rata baru 35% dari kapasitas. Adapun load factor dibatasi maksimal 70%. Sementara pesawat datang dan pergi sekitar 80 s.d 90 pesawat perharinya.

“Melihat data-data yang ada, Bandar Udara KNIA masih sangat optimal dan maksimal dalam beroperasi dengan mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi ini,” katanya.

Operasional Kebandarudaraan memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 41/2020 tentang Perubahan Atas Permenhub No. 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Tambah Djodi Prasetyo, peraturan lain yang menjadi pegangan operasional bandara PT Angkasa Pura II adalah Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9/2020 Tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 7/2020 Tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

“Kami terus menunjukkan dan menyakinkan kepada masyarakat serta pemangku kepentingan pariwisata lainnya melalui Safe Travels bahwa Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang terus konsisten menerapkan protokol kesehatan perusahaan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah sesuai dengan standar internasional,” pungkas Djodi Prasetyo.

Editor : Yudis/rel

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x