x

KAM Bhinneka : Pemira USU Mau Dibawa Kemana?

3 minutes reading
Monday, 9 Nov 2020 10:07 0 139 admin

BICARAINDONESIA-Medan : Pada Jum’at, 6 November 2020 lalu, Pemilihan Umum Raya Universitas Sumatera Utara (Pemira USU) telah dilaksanakan secara online melalui situs survei.usu.ac.id.

Ironisnya, kontestasi demokrasi yang diikuti 2 pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa serta 5 Kelompok Aspirasi Mahasiswa (KAM) tersebut justru berakhir tanpa kepastian.

Menyinggung hal tersebut, KAM Bhinneka USU sebagai salah satu kontenstan melalui Ketua Umumnya Andreas Silalahi mengatakan, pihaknya sejak awal sudah mengimbau penyelenggara Pemira yaitu KPU USU terkait kerawanan error dalam sistematika Pemira online ini yang dapat memicu konflik horizontal atau mahasiswa dengan mahasiswa.

“Karena ini perhelatan perdana yang dilakukan USU dalam menyelenggaran Pesta Demokrasi Akbar dan seharusnya, karena perdana ini sangat perlu sosialisasi yang sangat terstruktur, sistematis dan masif yang dilakukan oleh penyelenggara Pemira,” tegasnya, Minggu (8/11/2020) di Medan.

Namun dengan Timeline yang keluar pada 14 Oktober 2020 hingga menuju Pemira pada 6 November 2020, kata Andreas, jelas waktunya sangat terbatas, karena tidak cukup satu bulan hingga pesta demokrasi yang belum pernah dilaksanakan sekali pun tetap dipaksakan.

“Mengenai hal tersebut sudah pernah dicetuskan KAM Bhinneka USU sewaktu KPU USU menyelenggarakan pertemuan secara online kepada para kontestan Pemira. Saat itu, KAM Bhinneka menyarankan agar KPU mematangkan lagi perencanaan mereka tentang Pemira online yang akan dilaksanakan namun pihak penyelenggara sendiri seakan-akan tidak menanggapi apa yang dimaksud oleh para kontestan Pemira dikarenakan sewaktu rapat Online 13 Oktober 2020 keesokan harinya pada tanggal 14 Oktober 2020 pihak KPU pada akun instagram pribadi mereka @kpu.usu telah memposting timeline Pemira online,” ucapnya kecewa.

Alih-alih dilaksanakan secara online yang mungkin dikira mudah, katanya, belakangan malah makin terlihat sangat sulit sewaktu banyaknya error saat ingin login untuk memilih para kontestan Pemira.

“Dalam hal ini KAM Bhinneka juga menyayangkan sikap KPU USU yang dinilai sangat semrawut melaksanakan Pemira dari peluncuran timeline,” cetusnya.

Beredarnya surat dari Pusat Sistem Informasi (PSI) USU sebagai mitra KPU USU dalam penanganan sistem Pemira USU terlihat sebagaimana yang ada pada surat tersebut, kata Andreas lagi, KPU seakan-akan tidak berkoordinasi dengan baik pada mitranya yaitu PSI USU.

“Dampaknya keluar keputusan penundaan Pemira yang dilaksanakan secara sepihak yang dilakukan Pihak KPU USU tanpa adanya melalui rapat Khusus terkait sistem yang sedang chaos, kepada para kontestan Pemira,” kritiknya.

Masih kata Andreas, pasca Pemira Online 6 November 2020 lalu, masih saja hangat di sosial media yang menyoroti bagaimana hal yang terjadi sewaktu Pemira Online tersebut.

KAM Bhinneka USU juga mengimbau kepada para rekan-reakan seluruh mahasiswa Universitas Sumatera Utara agar cermat dalam memilih Informasi yang beredar di dunia maya.

Karena faktanya, sudah banyak pihak yang menggunakan akun fake yang notabene sebagai buzzer politik untuk menggiring opini mahasiswa, baik itu untuk menjelekkan salah satu paslon ataupun KAM maupun agar memprovokasi dibatalkannya Pemira tanpa menjabarkan alur terjadinya mengapa PEMIRA berlangsung.

“Saya yang juga berbicara sebagai Mahasiswa USU menilai bahwa KPU sudah gagal dalam menciptakan iklim demokrasi dikalangan kampus USU. Oleh karena itu lembaga independen mahasiswa di Universitas Sumatera Utara ini sudah tidak ada lagi, oleh karena itu para mahasiswa harus dapat menilai dan menyaring informasi yang tersebar secara aktual dan terpercaya sehingga tidak mudah terprovokasi oleh siapapun yang ingin membuat iklim demokrasi di USU semakin rusak dan juga para Akademisi dimana sebagai pihak peninjau harus mau saling terbuka kepada mahasiswa akan problematika yang terjadi di kampus USU kita tercinta ini,” pungkasnya.

Sementara, Ketua KPU USU Wahyu Hidayat saat dikonfirmasi via pesan singkat whatsappnya pada Minggu malam, 8 November 2020, terkesan enggan menjawab kendati pertanyaan sudah diterimanya.

Penulis : Doel
Editor : Yudis

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x