Kangkangi Aturan PPKM, Hiburan Malam Krypton dan Grand D’Blues Buka Sampai Pagi

Lokasi hiburan malam Krypton dan d'Blues/foto : ist

BICARAINDONESIA-Medan : Ternyata, Pemberlakuam Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan Pemko Medan dalam menekan penyebaran Covid-19, tidak semua dipatuhi para pelaku bisnis.

Indikasi itu ditemukan pada 2 lokasi hiburan malam, Krypton KTV dan Grand D’Blues KTV yang ternyata beroperasi secara bebas di saat pemerintah sibuk mengendalikan keganasan virus corona.

Pengelola kedua bisnis hiburan ini juga nekad main kucing-kucingan dengan petugas kepolisian dan Satgas Covid-19. Begitu petugas lengah, mereka pun buka bahkan hingga pagi hari.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kepolisian Polda Sumut (Forkom Warkop), Jhon Manik. Menurutnya informasi ini juga telah disampaikannya kepada jajaran kepolisian.

“Dari hasil penelusuran kita, kedua tempat hiburan malam ini buka disaat aparat lengah. Seperti pelanggar lampu merah, kalau tak keliatan ada polisi ada saja yang main terobos,” katanya kepada wartawan, Sabtu petang (11/9/2021).

Dikatakannya, meski Pemko Medan memperkenankan lokasi hiburan beroperasi, namun sesuai aturan, kapasitas dibatasi hanya 25 persen pengunjung dengan waktu buka hingga pukul 20.00 WIB. Namun dikedua lokasi ini, mereka berani buka pada tengah malam hingga pagi hari.

Krypton yang berada di kawasan Pasar Pringgan, Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Baru, diketahui buka lagi mulai pukul 24.00 WIB hingga matahari terbit. “Kadang jam 12 kadang 1 malam, lihat-lihat situasi,” kata Jhon.

Begitu lokasi dibuka, lift dari lantai dasar langsung dipenuhi pengunjung. Suasana lobby lokasi ini terlihat riuh seperti pasar malam.

Hal sama juga terjadi di Grand D’Blues yang berada di Komplek Megacom Centre, Jalan Kapten Muslim Medan. Berlokasi persis di depan sebuah food court, pintu utama tempat hiburan malam ini tertutup rapat seolah tidak ada aktivitas.

Namun para pengunjung bisa masuk dari pintu belakang melalui sebuah gang kecil. Lokasi ini pun bak pasar malam karena ramainya pengunjung.

“Kita sudah sampaikan informasi ini, semoga aparat kepolisian bisa menindaklanjutinya,” kata Jhon lagi.

Ia berharap ada tindakan tegas kepada pengusaha nakal yang bermain-main dalam suasana pandemi.

“Jangan sampai hal ini menimbulkan klaster baru covid, kita sudah capek-capek menjaganya (agar tidak menyebar), mereka enak saja melanggar,” pungkas Jhon.

Editor : Chairul/rilis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!