KKIPP Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bebaskan Palestina

BICARAINDONESIA-Medan : Palestina telah terbelenggu krisis kemanusian selama berpuluh-puluh tahun sejak Israel datang dan menjajah. Mulai dari permasalahan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga tempat tinggal mencekik warga Palestina setiap hari.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, baik oleh dunia internasional maupun oleh bangsa Indonesia yang secara konstitusi menentang penjajahan.

Atas dasar ini, Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) dibentuk di Jakarta. KKIPP berpandangan, pelanggaran dan penghinaan atas nilai-nilai kemanusiaan di Palestina harus segera dihentikan demi perdamaian dunia.

Resmi dibentuk Rabu (19/5/2021), KKIPP menjadi gerakan civil society global berbasis spirit kemanusiaan untuk membebaskan Palestina dari segala bentuk penjajahan demi terwujudnya peradaban dunia yang lebih baik.

Melalui KKIPP, berbagai elemen umat disatukan. Mulai dari tokoh masyarakat, ulama, komunitas, entitas pemerintah, hingga berbagai lembaga swadaya masyarakat, bergerak untuk memperjuangkan hak-hak warga Palestina dan membebaskan mereka dari belenggu rentetan masalah kemanusian.

Sementara itu, ulama, mahasiswa dan masyarakat di kota Medan melakukan deklarasi mendukung KKIPP di Masjid Al-Jihad, (27/5/21) yang lalu, terdapat tujuh point berisi penolakan dan penjajahan Israel atas Palestina harus segera dihentikan, dibacakan oleh Ustad Heriansyah S.Pd.I dan diikuti oleh berbagai komunitas seperti MPTW, APMAS, AMMBU, SAHABAT HIJRAHKU, GEMA BUMI dan MARHAMAH, deklarasi dibaca dengan khimad dan disaksikan oleh seluruh jamaah masjid.

Perwakilan Wilayah KKIP Medan Yessi Oktaviana, menegaskan bahwa KKIPP dibentuk untuk mengajak seluruh elemen masyarakat beraprtisipasi untuk mendukung penuh Kemerdekaan Palestina.

“Palestina hingga hari ini masih dijajah, di sana masyarakat terus mendapatkan siksaan para zionis, kita tidak bisa terus berdiam diri, maka kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak dengan tegas permasalahan yang terus terjadi di Palestina.” Yessi.

Penulis/Editor : Rill / Abdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!