x

Klaster Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Barang-barang Diangkut

2 minutes reading
Wednesday, 30 Sep 2026 14:44 0 83 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Klaster mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong dibongkar hari ini, Rabu (30/9/2026). Barang-barang di dalam klaster mewah itu pun mulai diangkut keluar.

Dikutip dari detikcom, barang-barang di dalam klaster mewah mulai diangkut sejak pukul 12.00 WIB. Ada sejumlah barang yang diangkut, diantaranya TV ukuran besar, kasur, kulkas, hingga AC.

Barang-barang tersebut dimuat ke atas truk. Kemudian, sekitar pukul 12.30 WIB truk yang sudah penuh barang meninggalkan lokasi.

Wakil Ketua Komisi III DPR Andreas Hugo Pareira turut menyaksikan proses angkut barang ini. Dia mendengar barang-barang akan dibawa ke rupbasan atau Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara.

Sebelumnya, keputusan ini diambil Komisi XIII DPR setelah melakukan inspeksi di klaster mewah Lapas Kelas IIA Cibinong. Komisi XIII DPR meminta agar klaster mewah yang ada dibongkar hari ini.

“Komisi XIII DPR RI mendesak pembongkaran bangunan yang berada di Lapas Kelas IIA Cibinong dan seluruh lapas yang ada di Indonesia serta penertiban aset dan fasilitas di lingkungan lembaga pemasyarakatan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan peruntukan guna menjamin perlakuan yang adil tanpa diskriminasi bagi seluruh warga binaan,” ujar Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso di lokasi, Rabu (30/9).

Sugiat mengatakan ada 10 bangunan yang menyalahi aturan karena berada di bantaran sungai. Selain itu, bangunan bangunan tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Dari 13 bangunan itu ada 10 bangunan yang di luar aset Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dan berdasarkan informasi dari Pak Dirjen kemarin itu lokasinya di bantaran sungai ya, Pak ya? Sudah tidak bagian dari aset, dibangun di bantaran sungai tidak sesuai,” kata dia.

Atas dasar itulah, Sugiat meminta klaster mewah tersebut dibongkar hari ini juga. Dia tidak mau bangunan itu nantinya jadi disalahgunakan kembali.

“Kita berharap hari ini juga itu dibongkar. Karena supaya apa ya, tidak disalahgunakan lagi atau nanti jangan-jangan ketika kita sudah pulang dari sini malah dibiarkan seperti itu, menjadi persoalan-persoalan di kemudian hari. Jadi ini yang ingin kami maksimalkan dalam kunjungan kerja ini,” tegasnya. (Ka/dtc)

LAINNYA
x