x

KPK Dikabarkan OTT Sejumlah Pejabat Kabupaten Bogor, Miliaran Rupiah Disita

2 minutes reading
Thursday, 20 Aug 2026 22:13 0 79 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Meski informasinya masih simpang siur,  namun santer dikabarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (20/8/2026).

Bahkan tersiar pula, petugas turut mengamankan uang sejumlah sekitar Rp1,5 miliar.

“Barang bukti 1,5 miliar,” ujar sumber di internal KPK saat dihubungi melalui sambungan tertulis seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (20/8/2026).

Bahkan, sejumlah kepala dinas dikabarkan terjaring operasi senyap tersebut. Beberapa di antaranya dikabarkan juga sudah berada di kantor KPK.

“Ada 6 orang yang dibawa, kepala dinas,” lanjutnya

Sumber ini menyatakan KPK sedang melakukan pengembangan untuk menjaring sejumlah pihak lain.

“Terima duit dari rekanan 1,8 M,” masih kata sumber yang sama.

“Yang terima duit dari rekanan Pemda, yang terima staf bupati,” lanjut dia.

Wartawan sudah berupaya menghubungi Bupati Bogor, Rudy Susmanto untuk menanyakan dugaan penangkapan kepala dinas di wilayahnya itu oleh KPK melalui pesan tertulis dan sambungan telepon. Namun, hingga berita ini ditulis, nomor telepon yang bersangkutan sedang tidak aktif.

KPK Membantah Tapi Janji…

Pimpinan KPK Setyo Budiyanto dan Fitroh Rohcahyanto yang juga coba dikonfirmasi terkait kegiatan tangkap tangan tersebut, hingga kini belum juga buka suara.

“Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat, terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi, bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Budi melalui keterangan tertulis, Kamis petang tadi.

Meskipun demikian, Budi menyatakan di wilayah tersebut memang ada kegiatan lain yang dilakukan KPK. Kegiatan lain dimaksud adalah permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak, menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Adapun kegiatan lain oleh KPK di wilayah tersebut, benar ada, namun untuk saat ini secara detail kami belum dapat sampaikan,” ucap Budi.

“Pada waktunya kami tentu akan sampaikan kepada publik secara transparan,” lanjutnya. (Ty/cnnindonesia)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!