BICARAINDONESIA-Jakarta : Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengirimkan surat kepada Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan para anggota Dewan Keamanan PBB. Hal itu menyusul wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Araghchi mengancam konsekuensi yang mendalam dan luas bagi mereka yang bertanggung jawab. Dalam surat yang dikirim pada hari Senin (2/3/2026), Menlu Iran itu menekankan kedudukan Khamenei dan skala serangan yang menargetkan pemimpin tertinggi Iran tersebut.
“Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran. Bukan hanya otoritas resmi tertinggi negara, melainkan juga tokoh agama yang dihormati oleh puluhan juta umat uslim di seluruh kawasan dan dunia,” tulis Araghchi dalam surat tersebut, dilansir media Iran, Press TV, Senin (2/3/2026).
“Serangan seperti itu akan memiliki konsekuensi yang mendalam dan luas, yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab para pelakunya,” tegasnya.
Araghchi menggarisbawahi sifat mengerikan dan kriminal dari kekejaman yang dilakukan terhadap bangsa besar Iran. Ia menekankan bahwa Israel dan AS telah menargetkan Republik Islam itu dalam serangkaian tindakan agresif, terencana, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial bangsa tersebut.
Menurut pejabat Iran tersebut, agresi yang ditujukan terhadap Pemimpin Tertinggi menunjukkan bahwa sekutu “dengan sengaja menargetkan otoritas resmi tertinggi dari Negara Anggota PBB yang independen.”