x

Penyandang Difabel Dapat Kursi Roda, Camat Sarudik : Bagi Tuhan Tak Ada yang Mustahil

2 minutes reading
Monday, 14 Dec 2020 07:20 0 100 admin

BICARAINDONESIA -Tapanuli Tengah : Saut Raham Martua (11) penyandang difabel anak dari pasangan Barita Pardamean Sihotang dan Leria Sinaga warga Kel. Pondok Batu, Kec. Sarudik, Kab. Tapanuli Tengah mendapat sebuah kursi roda dari Kementerian Sosial melalui Lembaga Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM).

Dalam penyerahan kursi roda kepada Saut juga didampingi pihak Kecamatan Sarudik, Kab. Tapanuli Tengah, Harrys Sihombing. S. Sos didampingi stafnya. Tidak hanya memberikan kursi roda, Camat Sarudik juga memberi semangat dan masukan kepada penyandang disabilitas tersebut.

“Semangat nak bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, kalau bisa anak kita ini disekolahkan. Semangat jangan cepat putus asa,” kata Camat Harrys, Senin (14/12/2020).

Menurut cerita kedua orang tua Saut, anaknya mengalami kelumpuhan sejak lahir. “Kalau perobatan sudah kita usahakan pak sudah selama 1 tahun di Padang Sidempuan, tapi kenyataannya juga sama belum bisa sembuh,” kata pasangan suami istri itu.

Kedua orang tuanya Saut juga berharap agar anaknya bisa seperti anak lain pada umumnya. “Saya juga berharap anak kita ini bisa berjalan dengan normal,” harapnya.

Sementara Bvr Rosdieri Sibarani sebagai ketua Lembaga Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM) Hevata HKBP Distrik IX wilayah Sibolga-Tapteng menyebutkan, bahwa bantuan buat penyandang disabilitas di Sarudik ada 9 orang, salah satunya penerimanya di Kelurahan Pondok Batu yang bernama Saut Sihotang umur 11 tahun.

“Anak ini belum bisa berdiri dan belum bisa berjalan, dengan pendampingan RBM melihat kondisi anak ini gimana bisa meringankan keadaanya dan beban orang tuanya,” kata Rosdieri.

Menurutnya bantuan ini dari Kemensos RI, dan itupun juga mengingat hari ulang tahun disabilitas Internasional. “Tahun ini ada sebanyak 74 unit bantuan buat aksesibilitas 1 dari situlah anak kita Saut mendapatkan kursi roda tersebut,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya hanya menjembatani, mungkin pemerintah masih banyak kurang mengetahui masyarakatnya yang seperti ini. “Disinilah tugas kami sebagai RBM turun ke lapangan melihat dan bertanya-tanya kepada masyarakat Sibolga-Tapteng,” tandasnya.

“Tadi kita langsung koordinasi dengan Camat Sarudik, artinya bukan baru kali ini aja Camat memberikan perhatian dan hatinya kepada anak berkebutuhan khusus melalui pendampingan RBM,” timpalnya.

Penulis : Benny
Editor : Teuku

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x