Kereta cepat Whoosh/foto: tangkapan layar BICARAINDONESIA-Cimahi: Tim Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil membongkar komplotan pencurian kabel sinyal dan grounding Kereta Cepat Whoosh. Dari 6 pelaku yang diringkus, tiga di antaranya merupakan mantan pekerja proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Data dari kepolisian menyebutkan, keenam pelaku adalah HR, R, YR, G, FF, dan IR. Para pelaku beraksi di dua lokasi pada waktu yang berbeda. Pertama pada 26 Juli 2026, tepatnya di KM 120+526, Kelurahan Melong. Sementara yang kedua pada 7 September di KM 105, Padalarang.
“Kami amankan 6 orang pelaku pencurian kabel sinyal dan grounding Kereta Cepat Whoosh yang beraksi di 2 lokasi berbeda dan waktu berbeda juga. 5 orang berperan sebagai pencuri, dan 1 orang sebagai penadah,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Moh. Faruk Rozi saat konferensi pers, Kamis (1/10/2026).
Faruk mengatakan pelaku mencuri kabel yang berada di jalur Kereta Cepat Whoosh pada malam hari saat kereta sudah tidak beroperasi. Para pelaku memotong kabel yang terpasang di bagian bawah jalur dan peredam KCIC hingga terputus.
“Jadi mereka ini melakukan pencurian memang di malam hari, ketika kereta tidak beroperasi. Mereka kemudian memanjat pagar kemudian memotong kabel grounding dengan gergaji dan peralatan lainnya yang mereka bawa,” kata Faruk.
Faruk menyebut aksi itu berjalan lancar sebab tiga dari lima pelaku pernah bekerja di proyek pembangunan KCIC. Kemudian dua pelaku lainnya merupakan DPO atas kasus yang sama di wilayah Polsek Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
“Jadi memang 3 orang ini ada yang pernah bekerja di proyek KCIC, sehingga mereka tahu seluk beluk trase KCIC saat pencurian. Kemudian 2 lainnya, memang sudah sering melakukan pencurian dan merupakan DPO Polsek Jatiluhur,” kata Faruk. (Ty/dtc)