x

Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Keracunan MBG

2 minutes reading
Wednesday, 29 Apr 2026 14:41 0 611 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Sekitar 200 siswa di wilayah Kecamatan Tulung, Klaten diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa mengalami gejala mual, diare dan pusing usai makan menu sop galantin.

Menu MBG itu disantap oleh para siswa kemarin. Mereka sejak semalam hingga pagi ini mengalami gejala mirip keracunan. Kemudian mereka berdatangan ke fasilitas layanan kesehatan setempat.

Para siswa dirawat di beberapa layanan kesehatan, terutama Puskesmas Majegan dan Tulung. Mayoritas hanya rawat jalan tetapi di Puskesmas Majegan ada sembilan siswa dirawat inap.

Ssejumlah siswa masih berdatangan ke Puskesmas hingga pukul 09.00 WIB. Dari sembilan siswa yang rawat inap kondisinya sadar tetapi lemas sehingga diinfus.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo bersama kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten Anggit Budiarto, Kepala Dinas Pendidikan Titin Windyarsih, camat dan lainnya langsung mengecek ke SPPG dan Puskesmas.

“Anak saya kelas VII C SMPN 1 Tulung, sampai rumah itu malah tidak mau makan. Habis Maghrib kemarin mulai mual dan pusing,” ujar Bekti (40), ibu salah seorang siswa, Rabu (29/4/2026), dikutip dari detikJateng.

Bekti mengatakan, meskipun mengalami gejala sakit perut dan pusing, anaknya tidak muntah. Setelah tidak membaik akhirnya pagi ini dibawa ke Puskesmas Majegan.

“Pagi ini tadi saya bawa ke Puskesmas. Katanya makan sop galantin jam 10.00 WIB habis istirahat,” kata Bekti.

Siswa kelas IX B SMPN 1 Tulung, Stevani mengatakan dirinya makan sop galantin MBG hari Selasa (28/4) kemarin. Menunya sop galantin, tempe dan ada telur puyuh.

“Ada sop galantin, tempe dan ada telur puyuh. Yang tidak enak sop sama telur puyuh tidak enak, rasanya gimana gitu,” katanya.

Tenaga epidemiologi Puskesmas Majegan, Wahyu Handoyo menjelaskan dari penyelidikan di lapangan ada 17 sekolah penerima manfaat MBG. Ada siswa dan guru yang bergejala.

“Ada 17 titik penerima. Ada 219 orang, 22 diantaranya guru yang bergejala (data sementara), pembagian MBG itu kemarin,” ujarnya.

Gejala utama, kata Wahyu, mual dan pusing. Mulai dibawa ke layanan kesehatan sekitar pukul 07.00-08.00 WIB hari ini.

“Gejalanya kemarin, mulai dibawa ke klinik-klinik dan layanan jam 07.00 WIB ada juga jam 08.00 WIB,” kata Wahyu.

Terpisah kepala SPPG Sorogaten Roni Subekti mengatakan sudah berupaya menjaga kebersihan dan layanan sebaik mungkin. Namun SPPG siap melakukan evaluasi.

“Ya kita siap untuk melakukan evaluasi agar lebih baik lagi,” kata Roni. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!