x

Guru Madrasah Swasta Demo di Gedung DPR, Tuntut Kesetaraan dengan ASN

2 minutes reading
Wednesday, 20 May 2026 16:17 0 110 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Guru-guru madrasah swasta menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026. Dengan seragam putih hitam, mereka membawa kentongan hingga kendang.

Massa guru memenuhi bagian depan gerbang Gedung DPR. Mereka membawa atribut ikat kepala bertulisan ‘PGMM’ atau Persatuan Guru Madrasah Mandiri, kemudian ada juga ‘PGSI’ atau Persatuan Guru Seluruh Indonesia. Dalam beberapa spanduk yang dibawa, massa menuliskan tuntutannya, yakni kesetaraan dan kesejahteraan yang sama dengan guru sekolah negeri.

“ASN-kan guru swasta di sekolah/madrasah swasta dengan Undang-Undang yang baru. Amendemen UU guru dan dosen-UU ASN,” tulis spanduk yang ditempel depan gerbang.

“Hapus dikotomi dan diskriminasi guru Indonesia,” tulis spanduk lainnya.

Selanjutnya, para guru juga sempat menyanyikan lagu sambil memukul kentongan. Dalam lagunya, mereka curhat bahwa tugas guru swasta sama dengan guru pegawai negeri.

Para guru ini datang dari berbagai wilayah seluruh Indonesia. Beberapa orang terlihat dari Banjarnegara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Tasikmalaya, Sukabumi, dan lainnya.

Salah satu orator dalam aksi yang juga perwakilan PGMM, Tedi, mengatakan bahwa banyak guru madrasah swasta yang sudah mengabdi selama 20 tahun, tetapi belum sejahtera. Dia menilai, negara belum berpihak kepada guru-guru, terutama kepada guru honorer.

“Sehingga negara kita rasa tidak hadir, tidak berpihak kepada guru-guru honorer swasta. Bahkan tidak pernah diakui, layaknya sebagai anak pas, yang anak emas adalah yang baru lahir 6 sampai 1 tahun, betul?” ucap orator di atas mobil komando.

Mereka menilai kebijakan pemerintah soal guru masih tebang pilih. Menurut demonstran, pemerintah seperti hanya memperhatikan guru-guru yang masuk program tertentu.

“Untuk itulah, apakah itu logis? Apakah itu rasionalis? Tidak, menurut saya! Kita yang sudah berjuang puluhan tahun, ratusan tahun, bahkan sampai ada yang mati! Hari ini kita demo, hari ini kita aksi, besok teman saya ada yang meninggal. Itu sangat miris sekali Ibu, Bapak semua. Untuk itu, terus kita perjuangkan hak-hak kita,” tegasnya.

Selain itu, ada juga massa ojol yang menggelar demo di lokasi. Mereka mengenakan setelah merah hitam.

Massa ojol meminta DPR mengesahkan UU Perlindungan Pengemudi Ojol. Mereka juga menolak potongan jasa aplikator yang dinilai mencekik.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!