x

Motif Pembunuhan Siswa SMPN 2 Galang, Karena Dendam Pelaku pada Abang Korban

3 minutes reading
Wednesday, 25 Nov 2020 15:01 0 110 admin

BICARAINDONESIA-Lubukpakam : Motif Pembunuhan sadis terhadap Nick Wilson alias Tisen alias Dimas, siswa SMP Negeri 2 Galang, yang jasadnya ditemukan dalam karung berukuran 50 kg mengambang di Sungai Permina, Kebun London Sumatera (Lonsum), Dusun V, Desa Sei Merah, Kec. Tanjungmorawa, Kab Deliserdang, pada Rabu, 19 Agustus 2020 lalu, akhirnya terang benderang.

Semuanya terkuak lewat 33 adegan yang dijalani tersangka Masri Uni Alamsyah dalam rekonstruksi sebagai gambaran saat ia menghabisi remaja 13 tahun, warga Desa Ujung Rambe, Kec. Bangunpurba, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara, yang merupakan putra pasangan suami istri dari seorang ayah Mualaf beretnis Tionghoa dan ibu suku Batak bermarga Saragih.

Reka ulang itu digelar penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang di lapangan sepakbola, Mapolresta Deliserdang, Rabu siang (25/11/2020).

Kasatreskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus mengungkapkan, dalam rekonstruksi itu juga disimpulkan, pembunuhan yang dilakukan warga Dusun III, Desa Tanjungsporkis, Kec. Galang, Kab. Deliserdang, pada, Sabtu, 15 Agustus 2020 lalu,pukul 10.00 WIB di Dusun V, Desa Sei Merah, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang itu terencana.

“33 adegan yang diperankan, ini semua untuk melengkapi berkas penyidik yang sedang disusun. Sedangkan motif pembunuhan yang dilakukan tersangka, dilatar belakangi karena dendam dengan Nick Steven, abang kandung korban, yang fitnah orang tua tersangka,” ungkapnya kepada wartawan.

Dalam kasus ini, sebut Firdaus, tersangka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 dan Pasal 365 Ayat (3) KUHPidana tentang Pembunuhan yang direncanakan terlebih dulu atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal.

Dalam rekonstruksi itu, aksi tersangka menghabisi korban terekam nyata mulai dari adegan ke-19 dan seterusnya. Di adegan ke-19, saat itu korban dan tersangka sama-sama duduk di pinggir Sungai Permina.

Kemudian tersangka bergerak ke belakang korban yang saat itu duduk di atas sebuah batu koral. Ketika tepat berdiri di belakang korban, tersangka mengeluarkan tali yang sudah disiapkan dari kantong celananya.

Barulah di adegan 20, korban menjerat leher korban pakai tali dari belakang, kemudian menariknya sekuat tenaga. Tersangka tak peduli, kendati korban merintih kesakitan.

Pada adegan 21, korban jatuh ke tanah. Walaupun begitu, tak ada sedikitpun rasa iba di hati dan pikiran tersangka. Malah dia semakin kuat menarik tali yang sudah menjerat leher korban, hingga akhirnya korban pingsan. Melihat korban tak bergerak, tersangka melepaskan jeratan talinya.

Namun, entah memang setan apa yang merasuki tersangka, di adegan ke-22, tersangka mengambil batu koral yang sebelumnya diduduki tersangka. Di adegan ke-23 lah, korban menghantamkan batu koral ke bagian kepala korban yang saat itu sudah tak berdaya dengan posisi pingsan dan telungkup di tanah hingga akhirnya meregang nyawa.

Tersangka yang berencana menghilangkan jejak perbuatannya, lalu mengeluarkan karung warna putih yang sudah disimpan di celananya. Ia lalu memasukkan tubuh korban ke dalam karung, setelah itu memasukkan batu koral didalamnya. Selanjutnya, tersangka mengikat karung tersebut sebatas leher korban, dan menggelindingkannya ke sungai.

Penulis : Budi
Editor : Yudis

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x